RADAR JOGJA - Masyarakat di Kelurahan Pringgokusuman, Kota Jogja, menggelar acara kenduri Jenang Suran di Pendapa nDalem Notoyudan, Kamis malam (27/7/2023). Acara ini sebagai wujud syukur warga menghadapi tahun baru Hijriah yang dilaksanakan setiap 10 Muharam.
Lurah Pringgokusuman Eni Purwati mengatakan, pada acara ini masyarakat juga mengarak jenang suran dan air tirto wening yang bersumber dari mata air Candi Donotirto. Ia menjelaskan, kenduri Jenang Suran sudah dilakukan rutin selama enam kali.
Eni berharap acara ini tetap bisa terlaksana serta menjadi event tahunan. Sebab, menurutnya, acara itu bisa menambah kerukunan warga masyarakat di Kelurahan Pringgokusuman. "Ini harus tetap dilestarikan. Sebab kalau tidak dilestarikan, generasi muda nanti bisa melupakannya," tegasnya.
Ketua Rintisan Kampung Budaya (RKB) Kelurahan Pringgokusuman Wahyu Susanto menceritakan, pelaksanaan awal keduri Jenang Suran dilaksanakan dari 2017 dan setiap bulan sura. Acara sudah ada di mayarakat Pringgokusuman.
Biasanya dulu dalam 1 Sura masyarakat membuat jenang manggul. "Setelah itu masyarakat berinisiatif menyatukan jenang manggul ini menjadi acara kenduri Jenang Suran," ungkapnya.
Wahyu mengaku acara kenduri jenang suran ini baru ada satu-satunya di Jogjakarta. Ia juga berpesan kepada daerah sekitar, ke depan akan diajak ikut serta dalam acara kenduri Jenang Suran itu.
Kepala Bidang Adat dan Tradisi Lembaga Budaya dan Seni, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja Tri Sotya Atmi mengatakan, acara ini bisa menjadi edukasi kepada masyarakat untuk pelestarian adat dan tradisi di Jogjakarta. Acara seperti ini bisa mendatangkan wisatawan ke Kelurahan Peinggokusuman.
Sotya juga berpesan agar anak-anak muda bisa ikut berkiprah dalam acara seperti ini. Sebab, seiring berkembangnya zaman nilai-nilai budaya dan tradisi akan menghilang jika generasi muda tidak ikut melestarikan. (ayu/laz)
Editor : Heru Pratomo