Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lima Depo Sampah di Kota Jogja Difungsikan, Syaratnya Sudah Dipilah

Wulan Yanuarwati • Rabu, 26 Juli 2023 | 18:36 WIB
PILAH: Warga membuang sampah mandiri yang sudah dipilah di Depo Demangan Gondokusuman, Kota Jogja. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
PILAH: Warga membuang sampah mandiri yang sudah dipilah di Depo Demangan Gondokusuman, Kota Jogja. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

 

JOGJA - Sebanyak lima depo sampah di Kota Jogja sudah mulai difungsikan kembali. Namun dengan catatan, hanya melayani pembuangan sampah mandiri dari warga Kota Jogja.

Sebelumnya, semua depo di Kota Jogja ditutup imbas dari penutupan TPA Piyungan di Bantul selama 1,5 bulan oleh Pemda DIY. Alhasil, sudut Kota Jogja banyak sampah berserakan.

Pj Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo mengatakan kelima Depo di Kota Jogja mulai dibuka per Rabu, (26/6/2023). Khusus bagi warga Kota Jogja, tidak termasuk para penggerobak.

"Syaratnya sudah dipilah, kalau belum dipilah mohon maaf. Kita mulai tertib,” ujar Pj Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo, Rabu (26/7/2023).

Lima depo yang sudah dibuka ialah Depo Utoroloyo, Dukuh, Sariloyo, Ngasem, Pengok dan TPS Tamansari. Warga yang membuang sudah memilah, dan biasanya dicek oleh petugas jaga depo. Sehingga bisa disiplin tidak asal membuang.

"Kami buka untuk sampah mandiri, bukan penggerobak. Nanti secara bertahap setelah lokasi yang saya sebut sudah siap akan kembali kita buka kembali," jelasnya.

Pemkot Jogja meminta konsistensi dan komitmen warga agar terus memilah sampah. Edukasi kembali digalakkan agar selalu bisa diperbaharui. Mulai dari tingkat kalurahan hingga kemantren termasuk forum bank sampah.

“Kami akan menggerakan atau merevitalisasi keberadaan forum bank sampah dan bank sampah di masing-masing kelurahan untuk bisa menurunkan produksi sampah di masing wilayah," ujarnya.

Singgih mencontohkan beberapa cara sederhana pengelolaan sampah organik rumah tangga. Diantaranya dengan ember tumpuk, lodong sisa dapur, biopori serta gabungan boipori dan losida. Sedangkan sampah anorganik dipilah kemudian dijual ke pengepul dan bank sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Sugeng Darmanto menargetkan gerakan zero sampah anorganik bisa mengurangi sampah 100 ton per hari pada 2023. Sehingga harus gerakan harus terus digalakkan.

"Sampah organik sudah kita mulai dengan gerakan pengelolaan organik dengan berbasis bank sampah,” ujarnya. (lan).

Editor : Amin Surachmad
#DEPO #Sampah #DLH