JOGJA - Kondisi ruas jalan di Kota Jogja terlihat mulai kondusif dan tidak ada penumpukan sampah di beberapa ruas jalan, pada Selasa (25/7/2023). Pengangkutan sampah telah dilakukan Pemkot Kota Jogja pada pagi hari.
Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Ririk Banowati menyebut sudah ada proses pengangkutan sampah oleh Pemkot Jogja, bekerja sama dengan daerah lain. Selain itu juga ada lima pembukaan depo sampah.
Kapasitas tidak banyak. Namun, mampu membuat situasi sudut kota cukup kondusif. Penumpukan sampah di jalanan Kota Jogja sudah diangkut.
"Tadi pagi, empat dumptruck mengangkut 15 ton ke Kulonprogo. Setiap hari segitu. Tapi, setidaknya ada lima depo yang akhirnya bisa dibuka yakni di Tamansiswa, Utoroloyo, Sariloyo, Nitikan, dan Pengok. Harapan kami bisa ditambah lagi," jelasnya, Selasa (25/7/2023).
Dengan kondisi tersebut, diharapkan tidak ada lagi penumpukan sampah. Khususnya, di sejumlah ruas jalan utama di Jogja, seperti yang terjadi di Kawasan Heritage Kotabaru Jogja kemarin, (24/7/2023). Termasuk membuang sampah di sungai perlu diantisipasi.
Di sisi lain, pihaknya juga memberikan catatan khusus ihwal pembuangan sampah sementara di area Cangkringan, Sleman. Dia menilai perlu kajian khusus, sebab daerah tersebut dinilai sebagai sumber air yang melimpah. Harapannya tidak mencemari lingkungan.
ABaca Juga: Mohon Maaf... Jangan Bar-ber Bar-ber Buang Sampah
"Perlu dikaji dulu lokasinya itu sebelah mana. Jangan sampai nanti menimbulkan pencemaran karena kawasan Cangkringan seperti kita tahu kan daerah tangkapan air," ujarnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Jogja Singgih Raharjo meminta warga tidak panik dengan kondisi penutupan TPA Piyungan di Bantul. Sejauh ini, pihaknya telah melakukan upaya terbaik.
"Kami menghimbau supaya tidak panik ya, karena kami pasti akan bertanggungjawab terhadap sampah," ujarnya.
Pihaknya sudah menghitung berapa kapasitas sampah yang bisa diletakkan di depo maupun dumptruck. Atau di lokasi yang sudah dikeejasamakan. Dengan begitu, diharapkan aman terkendali dan warga tidak panik.
"Sudah kami petakan semua, hitung-hitungan akan mandali dan masyarakat tidak perlu dan jangan sampai membuang sampai kali (sungai), buanglah di depo yang sudah kami sampaikan, sudah kami buka hari ini dan akan dibuka bertahap," jelasnya.
"Per 25 Nuli kita buka untuk sampah mandiri, bukan penggerobak. Nanti secara bertahap setelah lokasi yang saya sebut sudah siap akan kembali kita buka kembali," lanjutnya. (lan).
Editor : Amin Surachmad