Ia harus rela menunaikan ibadah haji dengan meninggalkan anak terakhirnya yang baru dilahirkan pada 2 April 2023 lalu. Di usia anaknya yang masih sangat membutuhkan air susu ibu (ASI) darinya, Andina sudah siap untuk berangkat. Hal itu karena berbagai persiapan sudah dilakoni.
Persiapan sudah dilakukan Andina sejak sebulan lalu. Ia sudah memompa ASI untuk persediaan jabang bayinya selama 40 hari ditinggalkan ke Arab Saudi. Setiap ASI dipompanya disimpan di kulkas yang dinginnya disesuaikan. "Jadi bisa tahan beberapa bulan dalam waktu lama," katanya kepada Radar Jogja, Rabu (31/5).
Dengan begitu, ASI diangetin terlebih dahulu atau direndam pakai air panas sehingga mencair dan dapat dikonsumsi. Andina akan menunaikan ibadah haji bersama suami dan ibundanya. Ia menceritakan daftar haji pada 2011 lalu dengan niatan menemani ibunya yang sudah sepuh butuh pendampingan. Awalnya, dijadwalkan berangkat pada 2020 lalu. Tetapi, karena pandemi Covid-19 akhirnya keberangkatannya dibatalkan.
Ia menuturkan sebenarnya kehamilannya ini tidak direncanakan. Menurutnya, situasi yang dialaminya sekarang sudan menjadi skenario Allah. Aturan yang tidak memperbolehkan membuatnya harus rela meninggalkan anaknya di rumah bersama saudara dan pengasuh.
Perasaannya sekarang campur aduk. Satu sisi diberikan jalan menunaikan ibadah haji. Tetapi sisi lain sedih karena harus meninggalkan anaknya juga yang masih butuh ASI darinya.
Ada persiapan khusus yang dilakukannya yakni membawa pemompa ASI. Tentu barang tersebut jarang dibawa oleh CJH pada umumnya. Hal itu karena memang ASI harus terus dikeluarkan jika tidak akan berefek ke Andina sendiri. Nantinya, ASI yang dipompa Andina di Mekkah diberikan siapa saja yang membutuhkan di sana. Namun, jika tidak ada yang terpaksa harus dibuang.
Andina mengaku merasa kecewa dan kesal karena pada 2020 tidak jadi berangkat. Namun, ia tidak ingin terlarut akan hal itu. Dengan kondisi sekarang, Andina menegaskan sudah siap untuk berangkat. "Apalagi ini ibadah yang tidak semua orang bisa sampai sana. Jadi memang kewajiban panggilan yang harus dijalankan," tuturnya.
Ibu berusia 42 tahun itu menjelaskan, menjelang hari-hari keberangkatannya, anaknya tidak rewel. "Anak yang ngerti tidak rewelan cukup minum ASI kenyang dia tidur, ya Allah pasti akan memberikan kemudahan," jelasnya. (cr3/pra) Editor : Editor Content