Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di HP Hoaks Marak, Yakin Orang Kembali Baca Koran

Editor Content • Selasa, 23 Mei 2023 | 14:18 WIB
UJUNG TOMBAK: Wajah semringah Sugianto yang konsisten menjajakan koran selama 15 tahun.(Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
UJUNG TOMBAK: Wajah semringah Sugianto yang konsisten menjajakan koran selama 15 tahun.(Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
 

RADAR JOGJA - Seorang pria berusia 50-an tahun duduk tidak jauh dari Tugu Golong Giling, Kota Jogja. Tepatnya di trotoar sebelah timur, seberang kantor BKD DIJ di Jalan Jenderal Sudirman Jogja.

WULAN YANUARWATI, Jogja, Radar Jogja

Adalah Sugianto, warga Gondolayu, Gowongan, Kota Jogja, ini sudah 15 tahun menjajakan koran. Tidak jauh dari tempatnya duduk di bawah pohon asem, berjejer koran lokal, nasional maupun majalah. "Ya, sudah 15 tahun saya berjualan koran. Saya dulu kerjanya di bangunan. Susah (gak ada proyek, Red) lalu jualan koran," ujarnya.

Awalnya dia memiliki kios kecil di utara Tugu Jogja. Namun karena ada penertiban di area pedestrian, maka dia menyesuaikan dengan bongkar pasang. Agar tidak melanggar aturan.

"Bukan pukul 7 pagi sampai 3 sore. Kalau dhuhur ditinggal dulu," tambahnya.
Seiring berjalannya waktu, dia mengaku pola jualan koran berubah. Teknologi semakin canggih, berita diakses melalui gawai. Hal itu mempengaruhi penjualan koran. Semula bisa memperoleh ratusan ribu per hari, sekarang berkurang drastis. "Sekarang kisaran Rp 25 ribu sehari," katanya.

Dengan penghasilan segitu, tidak dipungkiri terkadang sulit membeli kebutuhan sehari-hari. Maka untuk memenuhi kebutuhan, dia dibantu anaknya yang sudah bekerja. Ditambah istrinya berjualan makanan kecil.

Kondisi itu membuat koran yang dibawa setiap hari harus dibawa pulang kembali. Bapak beranak tiga itu mengaku banyak tumpukan koran di rumah. Ada yang sampai dimakan rayap.

"Akhirnya dikiloin. Kadang penjual sate beli kiloan. Untuk buntel (bungkus) angkringan. Lemek telek burung (alas untuk kadang burung, Red)," ujarnya.
Berjualan koran setiap hari, lantas membuat literasinya cukup tinggi. Sebab dia selalu membaca berita koran dan majalah yang dijajakan. Mulai dari isu politik hingga olahraga tidak pernah ketinggalan. "Saya baca judulnya udah ngerti. Judul dan paragraf dua. Mengenai pemilu juga. Baca semua koran. Iya banyak tahu," jelasnya.

Salah satu koran nasional yang dia sukai adalah Jawa Pos. Berita olahraga menjadi favoritnya. Menurutnya, berita olahraga di Jawa Pos sangat up to date dan tidak ketinggalan. "Jawa Pos beritanya mendahului yang lain. Apalagi olahraganya, bagus," ujarnya sambil mengacungkan jempol.

Meskipun penghasilannya kecil, dia mengaku optimistis. Bahwa orang akan tetap baca koran, meskipun tidak banyak. Menurutnya, ada saatnya orang lelah dengan berita online yang begitu cepat dan kadangkala tidak benar atau hoks.
"Balik ke koran lagi, karena banyak berita ga tentu yang di HP. Saya pengen orang baca lagi," ujarnya. (laz) Editor : Editor Content
#Jalan Jenderal Sudirman #Jogja