Di tengah tingginya pengangguran tingkat sarjana, serapan lulusan SMK Kesehatan justru meningkat. Hal ini dipicu kondisi pandemi Covid-19 sehingga permintaan tenaga kerja kesehatan tinggi.
"Siswa kami kebanyakan sudah terserap di apotik, klinik, home care. Sebagian lagi sudah diterima di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta untuk melanjutkan jenjang pendidikan," ujar Kepala Sekolah SMK Kesehatan Binatama Nuri Hastuti pada Wisuda Purna 88 Siswa untuk Angkatan VIII di Prima SR Hotel & Convention, Jumat (5/5).
Nuri menyebut siswa kelas XII baru lulus sebagian sudah bekerja di sejumlah perusahaan. Mereka memang dididik siap terjun ke dunia kerja. Kondisi ini menggembirakan karena lulusannya dinilai dapat bersaing dengan banyak lulusan sekolah Kesehatan lain maupun perguruan tinggi.
Meski begitu lulusannya juga ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi untuk memperdalam ilmu. Hal itu sah-sah saja dan dinilai bagus.
Sementara itu berdasarkan hasil rapat dewan guru dan kriteria kelulusan, seluruh siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2022/2023 dinyatakan lulus 100 persen. Penghargaan diberikan kepada lulusan terbaik Program Keahlian Farmasi yang diraih Octa Niky Sahita. Sedangkan Lulusan Terbaik Program Keahlian Keperawatan diraih Alifah Qurrota A'yun.
"SMK Kesehatan Binatama juga memberikan penghargaan kepada lulusan berprestasi non akademik kepada Florentina Nadia Sofytasari dan Aurelya Krisninda dari Program Keahlian Keperawatan," jelasnya.
Dia berharap lulusannya menjadi sumber daya manusia yang mumpuni. Dan memiliki akhlak mulia dan berbudaya. Sehingga selalu menjadi terdepan di dunia kerja. (lan/kus)
Editor : Editor Content