Remisi ini diterima setelah Salat Idul Fitri. Bertempat di Wira Raga Center Lapangan Tenis Oemar Seno Adji Lapas Wirogunan. Bertindak selaku imam sekaligus khatib adalah Ustaz RH. Khaerudin. Sosok ini adalah penyuluh agama dari Kementerian Agama Kota Jogja.
“Remisi merupakan pengurangan masa pidana tampak menjadi hal yang ditunggu para WBP. Semoga ini menjadi berkah bagi para WBP dan selamat untuk dua WBP yang langsung bebas. Ingat renungan selama di Lapas dan perbaiki diri seusai bebas,” pesan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIJ Agung Rektono Seto, Sabtu (22/4).
Sementara itu, jumlah WBP Lapas Kelas IIA Wirogunan per 21 April 2023 sebanyak 474 orang. Dari total tersebut, 347 orang diantaranya memperoleh remisi khusus. Berkisar antara 15 hari sampai yang terbanyak mendapatkan 2 bulan.
Kepala Lapas Kelas IIA Wirogunan Jogjakarta Soleh Joko Sutopo memastikan pemberikan remisi telah tepat. Pihaknya mengacu pada Permenkumham Nomor 7 tahun 2022. Ditambah penerapan aplikasi Ascena atau Assessment Center Narapidana, yang menjadi sarana penerapan SPPN.
"Ascena memuat sejumlah data penilaian SPPN, meliputi nilai pembinaan kepribadian, nilai pembinaan kemandirian, nilai sikap narapidana, hingga nilai kondisi mental narapidana, dimana semua data teraebut kami input secara digital," kata Soleh.
Dengan aplikasi ini, lanjut Soleh, setiap warga binaan memiliki peran aktif menentukan nilai SPPN masing-masing. Terutama atas keterlibatan WBP pada setiap kegiatan pembinaan. Selruhnya tidak lagi dicatat secara manual oleh wali pemasyarakatan.
Soleh menuturkan masing-masing dari warga binaan telah memiliki kartu pembinaan. Fasilitas penunjang ini dilengkapi chip. Sehinggaa cukup ditempelkan pada perangkat yang telah disediakan di setiap tempat pembinaan.
“Hal ini yang menjadi pertimbangan kami dalam penilaian, hingga pengusulan pemberian remisi pada momen-momen seperti hari ini," ujarnya.
Dalam khotbahnya, Ustaz Khaerudin menyampaikan hikmah Ramadan dan Syawal. Serta mengajak jemaah untuk meningkatkan ketaqwaan. Sehingga dapat menjadi bekal penting saat kembali ke masyarakat khususnya keluarga.
"Marilah kita tingkatkan ketaqwaan, kelak jika kita pulang ke rumah masing-masing membawa syiar di dalam keluarga, masyarakat, sehingga anda duduk berdiri sejajar dengan yang lain. Perbaiki diri, karena Allah tidak melihat kepada masa lalu, akan tetapi apa yang ada di dalam hati kita, hari ini," ajak Ustaz Khaerudin. (dwi) Editor : Editor News