Manajer Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 6 Jogjakarta Franoto Wibowo menyebut program ini konsisten setiap tahunnya. Tujuannya untuk menekan angka pemudik dengan kendaraan bermotor roda dua. Harapannya dapat meminimalisir kasus kecelakaan dalam perjalanan.
“Harapannya pemudik bisa selamat sampai tujuan. Karena kalau mudik naik motor itu resikonya cukup tinggi. Akibat kelelahan dan lain sebagainya. Sehingga ditawarkan program Motis ini,” jelasnya ditemui di Kantor PT KAI Daop 6 Jogjakarta, Rabu (12/4).
Franoto menuturkan pendaftaran Motis telah dibuka sejak 1 Maret 2023. Berlangsung hingga arus balik dan ditutup 3 Mei 2023. Total slot yang disiapkan mencapai 10.440 slot motor secara gratis dan 46.720 tempat duduk penumpang.
Untuk wilayah Daop 6 melayani relasi perjalanan Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Purwosari. Detilnya melayani dua perlintasan. Motis Lintas Tengah dengan rute Jakarta Gudang - Purwosari dan Lintas Selatan dengan rute Kiaracondong - Purwosari.
“Untuk wilayah Daop 6, kapasitasnya per sekali perjalanan KA itu 424 tempat duduk dan 174 unit motor,” katanya.
Untuk angkutan Motis terbagi dalam dua gelombang. Arus mudik berlangsung dari 11 April hingga 20 April 2023. Sementara untuk arus balik berlangsung dari 25 April hingga 4 Mei 2023.
Sesuai namanya, Motis ini tidaklah dipungut biaya. Sementara untuk pemilik hanya membeli tiket dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu tergantung daerah tujuan. Sementara untuk tarif reguler dengan rute yang sama mencapai Rp 100 Ribu.
“Mudik dari arah Jakarta dan Bandung tidak perlu dinaiki motornya. Cukup bayar tiket Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu dan angkutan motornya gratis. Jadi satu motor itu berhak maksimal 4 tiket,” ujarnya. (dwi)
Editor : Editor News