Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ini mengungkapkan salah satu penyebabnya. Pembelian tanah maupun rumah dari luar Jogjakarta. Tanpa menawar sehingga memicu kenaikan tanah dan rumah secara bertahap.
“Wong teman - teman Jakarta kalau beli tanah ora ngenyang (menawar), harganya makin tinggi, ya orang luar Jogja bisa beli, orang Jogja enggak punya rumah,” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Kamis (6/4).
Salah satu solusinya dengan membeli tanah atau rumah di luar daerah premium. Dalam kategori ini menjauhi daerah perkotaan maupun sub urban. Ini karena harga tanah dan rumah masih terjangkau.
HB X mencontohkan daerah selatan maupun utara. Dia menilai harga properti di kedua wilayah ini tidak terlalu tinggi. Namun konsekuensinya jauh dari pusat Kota Jogjakarta.
“Terus piye, loh kami pun sebetulnya juga sedih ya, setiap tahun itu antara 200 hektar jadi pemukiman jadi jalan, ya kan, tidak hanya rumah tapi juga dari fasilitas yang lain. Itu kita lama - lama hidupnya mepet laut selatan sama mepet Merapi, lalu gimana,” katanya.
Disatu sisi ada nilai kearifan yang mengakar di masyarakat. Berupa rumah yang dihuni oleh lebih dari satu keluarga. Tentunya seluruhnya masih memiliki tali persaudaraan.
Inilah yang seakan membuat pembelian properti rendah. Sehingga menjadi momentum masuknya pembeli dari luar Jogjakarta. Hingga akhirnya berimbas pada kenaikan harga tanah dan rumah setiap tahunnya.
“Sebetulnya masyarakat kita guyub, dalam arti biarpun itu rumah waris itu kalau punya anak tiga itu berkeluarga berada disitu semua juga bisa,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, HB X juga meminta pemerintah Kabupaten dan Kota mengawasi lahan hijau. Tujuannya agar tak terjadi peralihan fungsi lahan hijau menjadi pemukiman.
HB X mengingatkan agar aparat pemerintah tidak menyalahi kewenangannya. Pihaknya juga akan melakukan evaluasi tata ruang. Terutama untuk mengetatkan aturan pemanfaatan lahan hijau.
“Kan memang itu lahan hijau diperuntukan untuk lingkungan di setiap desa. Ning ojo (setelah) diijinkan terus nggo hotel kan jadi lain,” katanya. (Dwi) Editor : Editor News