Akibat dari kejadian tersebut tiga pohon besar di Pasar Giwangan rubuh. Imbasnya sekitar 16 los berjualan milik pedagang rusak. Belum lagi data kerusakan yang terjadi di sekitar Ringroad Selatan dan kawasan Bantul.
“Kerusakan di Pasar Giwangan, pohon tumbang yang mengganggu akses jalan, tidak ada korban jiwa, kemarin itu informasi seperti itu dampak (Siklon) Herman, cuma sampai kapan belum tahu, ini peralihan musim,” jelasnya ditemui di Kantor BLKK DIJ, Jumat (31/3).
Pihaknya terus berkoodinasi dengan BMKG Jogjakarta. Kaitannya adalah kondisi terkini atas siklon tersebut. Baik atas pertumbuhan hingga pergerakan terbaru saat ini.
Diketahui bahwa Siklon Tropis Herman terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Banten. Memiliki kecepatan angin hingga 24 knot. Selain itu juga berdampak pada gelombang laut hingga setinggi 4 meter.
“Sebagaimana informasi BMKG pada saat ini dampak dari (Siklon) Herman. Kita tetap perlu waspada atas kondisi ini. Saya kira ini kejadian beberapa waktu di Jogjakarta atas musim hujan saat ini,” katanya.
Berdasarkan laporan BMKG, hujan terjadi pada 14.30 WIB, Kamis (30/3). Sementara dari laporan BPBD DIJ ada 11 titik kerusakan di Kota Jogja. Kerusakan di wilayah Kabupaten Bantul mencapai 21 titik.
Detil kerusakan Kota Jogja meliputi 2 akses jalan terganggu, 2 jaringan listrik terganggu, 2 rumah rusak. Lalu 1 fasilitas ibadah rusak, sebanyak 10 pohon tumbang dan 1 tempat usaha rusak. Kabupaten Bantul meliputi 6 akses jalan terganggu, 5 jaringan listrik rusak, 11 rumah rusak dan 18 pohon tumbang.
“Tim langsung mengevakuasi kerusakan terdampak saat itu juga. Mulai dari pemotongan pohon hingga perbaikan jaringan listrik. Di Pasar Giwangan masih lanjut hari ini untuk pembersihan dan perbaikan listriknya,” ujarnya.
Pedagang Pasar Giwangan Partinah, 53, menuturkan hujan terjadi sekitar 15.00 WIB, Kamis (30/3). Tak berselang lama intensitas semakin deras. Selain itu juga disertai dengan angin kencang.
Akibat angin kencang, sejumlah los milik pedagang rusak. Partinah menggambarkan situasi layaknya gempa. Suara bergemuruh dan tiba-tiba lapaknya terbang. Tercatat setidaknya ada sekitar 16 lapak pedagang yang rusak.
“Langsung ambruk semua, jadi terbang, keangkat langsung ambruk. Sampai pohon ambruk 3, korban jiwa tidak ada. Yang di sini los sayur,” katanya.
Dia menceritakan saat itu pedagang tengah menata barang jualannya. Untungnya para pedagang masih sempat berlindung. Berteduh di bangunan yang lebih kokoh hingga badai berakhir.
“Kerugian belum bisa dihitung, pastinya los hilang. Tidak jualan dulu berbenah dulu. Ini rusak semua, ini juga bikin los lagi,” ujarnya. (dwi) Editor : Editor News