Walau begitu, Dian memastikan tahapan di Jogjakarta telah rampung. Tim dari UNESCO telah melakukan visitasi. Baik untuk zona inti maupung zona penunjang di sekelilingnya.
“Dokumen kami sudah posisi dihandle pusat (Pemerintah Pusat) batas waktu 28 Februari sudah di Paris sementara itu,” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Jumat (24/2).
UNESCO, lanjutmya, akan merespon dokumen tersebut. Hanya saja Dian belum bisa mengetahui untuk tahapan ini. Informasi awal yang dia dapatkan pada medio Maret hingga April 2023.
“Maret atau April kalau ada info berikutnya. Kalau prosesnya mohon doa restu semoga lancar dan masuk sidang September di Riyadh Arab Saudi,” katanya.
Visitasi Sumbu Filosofi sendiri sudah berlangsung sejak akhir 2022. Setelahnya proses melengkapi data dan dokumen terus berlangsung. Terutama atas sejumlah pertanyaan dari Tim visitasi UNESCO.
Kelengkapan data tak hanya terfokus di zona inti. Tapi zona penunjang yang ada di sisi timur dan barat, utara dan selatan Sumbu Filosofi. Salah satunya adalah dua sungai yang berada di sisi barat dan timur Sumbu Filosofi.
“Jadi kalau dengan UNESCO harus rigit batas zona inti. Misal sungai, harus jelas batas 2 sungai sisi dalam atau luar. Kalau sisi luar harus ada jalan di setiap batas. Harus ada jalan inspeksi, kalau masuk kampung arahnya mana,” ujarnya (dwi) Editor : Editor News