Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sudah Debut sejak 2020, Berhasil Produksi 15 Lagu

Editor Content • Kamis, 16 Februari 2023 | 15:27 WIB
TRADISIONAL: Para pengunjung tempak memadati kawasan Pasar Kebon Watugede. Banyak makanan, minuman, jajanan tempo dulu, hingga permainan anak-anak yang dijajakan.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
TRADISIONAL: Para pengunjung tempak memadati kawasan Pasar Kebon Watugede. Banyak makanan, minuman, jajanan tempo dulu, hingga permainan anak-anak yang dijajakan.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Kecil-kecil cabai rawit. Menjadi satu ungkapan yang pas untuk Edsel. Bocah berusia sembilan tahun ini, bakatnya terjun di dunia rap, diasah sewaktu pandemi lalu. Ia juga berhasil mengguncang panggung Indonesia's Got Talent (IGT) 2022. Seperti apa sosoknya?

NAILA NIHAYAH, Mungkid, Radar Jogja

Berbakat di dunia musik, tak selalu diwariskan dari orang tua atau sanak keluarga lainnya. Bahkan, bisa dipelajari secara autodidak. Asal dilakukan secara tekun. Juga dengan sepenuh hati.

Seperti halnya Edsel Prince Richtenstein. Sedari masih menginjak usia empat tahun, Edsel memang suka menyanyi. Ia hanya melakukan apa yang ia inginkan. Meski pada dasarnya, keluarga tak ada yang memiliki bakat bernyanyi.

Seperti anak-anak pada umumnya, Edsel kecil juga kerap mendengar lagu-lagu dari televisi maupun Youtube. Seperti lagu yang digunakan pada film Doraemon. "Kadang juga dengerin 'dance monkey', nanti nyanyi sendiri," jelas Edsel saat ditemui, beberapa waktu lalu.

Namun, baru benar-benar ditekuni saat pandemi 2020 lalu. Ketika semua kegiatan dibatasi, ia mulai berkreasi. Dia membuat beberapa lagu sejak serius menekuni dunia itu. Lagunya pertama kali rilis pada 28 Oktober 2020 dengan judul ‘My Dream’.

Ayah Edsel, Sony Andi Gunawan menuturkan, saat pertama kali sang anak mulai serius bernyanyi, dia berpikir agar Edsel mengikuti les vokal untuk mendukung keinginannya. Hanya saja, les vokal memiliki standar tersendiri.
Akhirnya, Sony meminta Edsel untuk belajar vokal sendiri. Terutama lewat Youtube. Mengingat dia juga kurang paham soal olah vokal. "Dia itu jiwanya enggak masuk (punya standar sendiri). Jadi, rasanya kalau les (vokal), kayak enggak nyaman," beber pria 40 tahun itu.

Kemudian, ia mulai tertarik dengan genre rap atau hiphop lantaran kerap menontonnya dari Youtube. Idolanya adalah Saykoji, Rich Brian, dan masih banyak lagi. "Iya (suka lihat di Youtube). Abis itu latihan-latihan dan ngikutin lagunya," timpal bocah kelahiran Magelang, 29 April 2013.

Biasanya, ia mulai belajar rap saat sore hari. Setelah urusan sekolah dan tugasnya selesai. Berbeda dengan kebanyakan orang, yang belajar soal musik dan vokal terlebih dahulu, tapi Edsel berbeda. Ia membuat lagu, barulah serius menekuni teknik-teknik vokal.

Sony menceritakan, awalnya memang banyak tawaran agar Edsel mengikuti audisi. Termasuk menawarkan ikut ajang Indonesia's Got Talent (IGT) 2022. "Sempat enggak direspon karena dikira nggak asli. Ternyata (yang menawarkan) produsernya langsung dari IGT," jelasnya.

Dia mencoba peruntungan tersebut. Lantas, memasukkan data dan mengirim video. Beruntung, Edsel berhasil lolos kualifikasi dan mengikuti audisi dari tim IGT di Jogja. Edsel pun mengikutinya dengan penuh semangat.

Namun, kata dia, lagu yang dipelajari dengan yang dinyanyikan sewaktu audisi, berbeda. "Jadi, kami dikasih dua lagu. Dia (Edsel, red) mempelajari satu lagu. Tiba-tiba di sana disetel musik lain. Untung dia enggak grogi, langsung nyanyi aja," terangnya.

Edsel membawakan lagu ciptaannya sendiri berjudul Friends. Sony pun tidak berekspektasi tinggi. Usai audisi, Sony berpikir, sang anak tidak lolos. Tapi, anggapan tersebut luntur. Edsel justru lolos melenggang ke tahap selanjutnya.
Hingga Edsel benar-benar berdiri di panggung IGT. Ia berhasil lolos dalam babak kualifikasi 20 besar. Saat itu, ia membawakan lagu ‘King of Tale’. Dan berhasil mencuri perhatian banyak orang pada ajang IGT, yang digelar pada Juni-September 2022.

Ketika pertama kali berdiri di panggung IGT, Edsel mengaku grogi. Namun, saat bernyanyi, ia mulai bisa mengendurkan otot-ototnya. Lebih rileks dan santai. Selain itu, ia semakin dikagumi dengan penampilannya yang khas dan nyentrik. Terlihat sangat berbakat untuk anak seusianya.

Bahkan, dia berhasil membuat Reza Arap, sebagai dewan juri memberikan jempol sebagai bentuk apresiasi. "Pas duet sama Kak Reza rasanya seneng banget. Bisa duet sama orang terkenal," katanya antusias.

Selain pernah duet bersama Reza Arap, ia juga sempat bertemu dengan Farel Prayoga di salah satu stasiun televisi pada November 2022. Ia juga pernah tampil di beberapa kota, seperti, Jogja, Solo hingga Surabaya untuk menghibur banyak orang dengan talentanya.

Sony menambahkan, baru satu tahun debut di dunia musik, sang anak sudah bisa membuat 15 lagu sendiri. Baru diunggah dan dirilis delapan lagu. Sisanya, kata dia, akan dirampungkan tahun ini.

Edsel bercita-cita ingin menjadi seorang rapper kelas Internasional. Alasannya, karena banyak dilihat orang, tampil dimana-mana. “Aku pengen kayak kak Reza Arap bisa tampil di luar negeri. Aku juga pengen konser ke luar negeri," ujarnya riang.

Tahun ini, memang ada IGT season 4. Namun, Sony tidak bisa memastikan, anaknya bakal ikut atau absen. Kemungkinan, kata dia, tahun ini fokus untuk merilis lagu-lagu Edsel. Lebih-lebih, bisa melakukan konser tunggal untuk merilis albumnya.

Sony pun selalu mendukung apa yang menjadi kemauan dari Edsel. Bahkan, pihak sekolah mendukung penuh kegiatan Edsel. Meskipun harus berulang-kali melayangkan izin. "Orang tua selalu mendukung anaknya. Karena passion anak bisa berbeda dengan orang tuanya. Jadi, saya sangat mendukung Edsel," akunya.

Selama pandemi, Edsel justru bisa fokus untuk mendalami seni musik. Bahkan, ia bisa membuat beberapa lagunya sendiri. "Saat ini karena dia mulai sekolah, kita tidak bisa melupakan study-nya. Kita bagi kapan sekolah, kapan musiknya. Kalau ada ujian, ya ujian dulu. Musiknya pelan-pelan," imbuhnya.

Sebagai seorang ayah, dia berharap, anaknya selalu konsisten untuk mengembangkan bakatnya. Harus terus dipupuk jika semangatnya kendor. Begitu pula ketika menemui kesulitan-kesulitan.

Sony menyebut, kesulitan Edsel saat terjun di dunia musik, hanya satu. Ketika jiwa anak-anak dalam dirinya muncul. "Kalau pas dia pengen main, harus diselesaikan dulu. Diajak, apa-apa baru mau. Tapi, ya kami maklum, memang masih kecil," ungkapnya. (pra) Editor : Editor Content
#Edsel #Mungkid