Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Simpan Karya Novel Terpanjang di Dunia

Editor Content • Senin, 30 Januari 2023 | 18:53 WIB
DIBUKA UNTUK UMUM: Peresmian Perpustakaan Keluarga Singgih Hadi Mintardja di Gedongkiwo Mj I/801, Kota Jogja (29/1).(SITI FATIMAH/RADAR JOGJA)
DIBUKA UNTUK UMUM: Peresmian Perpustakaan Keluarga Singgih Hadi Mintardja di Gedongkiwo Mj I/801, Kota Jogja (29/1).(SITI FATIMAH/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Perpustakaan Keluarga Singgih Hadi Mintardja resmi diluncurkan Minggu (29/1). Lokasinya bertempat di kediaman sang maestro penulisan cerita silat, Gedongkiwo Mj I/801, Kota Jogja.

Andang Suprihadi menuturkan, ide pembuatan Perpustakaan Keluarga SH Mintardja adalah usul dari adik-adiknya. Sulung delapan bersaudara ini kemudian tersadar, koleksi milik sang ayah banyak yang berkurang. Entah rusak dimakan rayap atau hilang. “Sehingga saat kami berkumpul. Maka kami bersepakat untuk mengoleksi kembali dengan mencari dari luar,” bebernya diwawancarai wartawan usai peresmian.

Menjelajah lewat media sosial, para keturunan SH Mintardja menjaring para kolektor. Mereka juga mendatangi pengepul buku bekas untuk memburu karya. Sampai pada akhirnya terkumpullah sebanyak 23 judul buku. Masing-masing judul memiliki jumlah jilid berbeda. Paling panjang, adalah Api di Bukit Menoreh yang mencapai 396 jilid. “Ini karya yang tidak terselesaikan, karena beliau wafat pada 1999 sebelum seluruh cerita sesai. Karya ini dinobatkan sebagai karya novel terpanjang di dunia,” bebernya.

Pria 66 tahun ini kemudian mengungkap bahwa belum semua karya SH Mintardja berhasil dikumpulkan oleh keluarga. Terhitung, baru 95 persen dari keseluruhan karya yang mampu terasip. “Hampir lengkap belum lengkap banget. Tapi kekurangan ini sudah kami dapatkan koneksi. Akan bisa kami ambil untuk (koleksi, Red) di perpustakaan,” ucapnya.

Andang sebagai perwakilan keluarga berharap, ingin Perpustakaan Keluarga SH Mintardja bukan hanya jadi tempat menyimpan karya. Bukan hanya sekadar menampilkan koleksi. Tapi mampu memberi kesempatan bagi siapapun untuk bisa menikmati karya SH Mintardja. “Ini juga ungkapan rasa syukur, beliau dipakai oleh Tuhan untuk bisa bercerita,” cetusnya.

Oleh sebab itu, perpustakan akan terus dikembangkan. Setelah melengkapi koleksi, keluarga akan turut mengoleksi sumber-sumber sejarah tanah Jawa. Saat ini, perpustakaan ini juga telah menyimpan Babad Giyanti dan Babad Demak. “Ini nanti akan kami siapkan tempat untuk itu. Kami melacak, koleksi buku yang berkaitan dengan sejarah Jawa,” tegasnya.

Andang juga menerima masukkan, untuk membuka workshop penulisan fiksi sejarah Jawa, dalam menghidupkan perpustakaan. “Saya kira ini menarik. Nanti bisa kita pakai untuk kegiatan. Sejauh ini untuk kebutuhan riset sudah ada baik program S2 atau S3. Itu UNY, UGM, dan ISI,” sebutnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIJ Monika Nur Lastiyani mengapresiasi peresmian Perpustakaan Keluarga SH Mintardja. “Karena karya beliau (SH Mintardja, Red) tidak akan lagi terulang,” lontarnya.

Monika menjelaskan, dinasnya menaungi koleksi deposit. Terbitan SH Mintardja masuk dalam kategori koleksi itu. “Tapi waktu itu belum ada. Maka kami berupaya akan membantu yang dapat kami lakukan. Supaya perpustakaan ini langgeng. Perpustakaan ini terpublikasi dan benar-benar jadi rujukan bagi penulis fiksi. Karena beliau adalah sosok monumental terkait karya fiksi dan ini dari Jogja,” jabarnya.

Bantuan utama yang akan dilakukan Monika adalah digitalisasi koleksi. Sebab karya tekstual memiliki umur tinggi. Tapi bukan berarti karya dapat selamat sampai sekian tahun ke depan. Kertas pun memiliki umur. Kalau sudah rapuh harus mulai direstorasi. Maka ada dua cara untuk melakukan pelestarian. “Pelestarian fisik dan informasi. Kalau pelestarian informasi adalah dengan mendigitalkan. Dilayangkan adalah digitalnya. Aslinya masih utuh. Kalau yang dilestarikan adalah fisiknya, maka harus dilakukan restorasi,” tandasnya. (fat/eno) Editor : Editor Content
#perpustakaan #Singgih Hadi Mintardja