Untuk mendukung zero sampah anorganik Ambar terus bergegas. Salah satunya dengan menargetkan pengurangan sampah yang berasal dari pasar hingga 7 ton perbulannya. Target ini mulai direalisasikan sejak awal Januari lalu.
“Kami merasa harus melakukan sesuatu untuk terlibat aktif. Target kami, Januari menurunkan 7 ton. Di triwulan pertama pokoknya tiap bulan harus menurunkan 7 ton,” jelas Ambar ditemui di Pasar Giwangan, Rabu (18/1).
Dia mengatakan Pasar Giwangan akan menjadi pusat pengumpulan dan pengelolaan sampah dari seluruh pasar. Ini karena Pasar Giwangan dirasa masih memiliki tempat yang cukup memadai.
Sampah organik hingga anorganik akan dipilah di Pasar Giwangan. Sampah anorganik dikumpulkan dan diberikan kepada pelapak. Sementara sampah organik diolah menjadi pupuk kompos.
“Sekalian kita untuk me-manage sampah ini seberapa besar. Tahu perkembangannya, penurunannya, karena ini menjadi sebuah kewajiban. Harus kita dukung program pemerintah untuk zero sampah anrganik,” katanya.
Ambar memastikan kebiasaan memilah sampah sudah dilakukan oleh para pedagang. Dia mengungkapkan pasar-pasar juga telah memiliki bank sampah. Tercatat ada 20 bank sampah dari 29 pasar yang ada di Kota Jogja.
“Kami sebenarnya sudah lama melakukan pengolahan sampah baik organik dan anorganiknya. Kami bekerja sama dengan teman-teman paguyuban dan teman-teman kebersihan kami,” ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News