Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

RPJMD Jogjakarta 2022-2027, Pengejawantahan Visi

Editor News • Selasa, 17 Januari 2023 | 07:02 WIB
IKON : Tugu Pal Putih Jogjakarta. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
IKON : Tugu Pal Putih Jogjakarta. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Hamengku Buwono X berpendapat penyusunan dokumen Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2022-2027 terasa lebih bermakna. Ini dikarenakan Jogjakarta menjadi satu-satunya daerah yang melakukan penyusunan RPJMD.

Hal ini diungkapkan dalam sambutannya pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan RPJMD tahun 2022-2027 DIJ di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (16/1).

Penyusunan RPJMD, lanjutnya, menjadi salah satu kewajiban usai pelantikan pada Oktober 2022. Tentunya ada sejumlah esensi yang menjadi acuan dalam penyusunan.

“Pertama, dalam proses perencanaan, janganlah semata berorientasi pada apa yang akan dikerjakan, tapi harus dipikirkan juga apa yang akan dicapai. Dalam hal ini RPJMD dapat dipahami sebagai pengejawantahan mendalam dan multidimensional atas visi,” jelas HB X, Senin (16/1).

Tak hanya menjadi pengejawantahan visi, perencanaan pembangunan lima tahun ke depan ini juga harus diawali dengan penyamaan persepsi. Khususnya dalam bingkai sinergi dan dirancang untuk merespon berbagai perubahan. Ini wujud semangat transformasi dari kerja menjadi kinerja, serta dari output menjadi outcome dan impact.

Visi Gubernur dan Wakil Gubernur DIJ masa jabatan 2022-2027 ialah Mewujudkan Pancamulia Masyarakat Jogja melalui Reformasi Kalurahan, Pemberdayaan Kawasan Selatan, serta Pengembangan Budaya Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi.

Tercatat ada tiga komponen yang saling terkait dan menjadi prioritas dari visi tersebut. Diantaranya Reformasi Kalurahan, Kawasan Selatan dan Teknologi Informasi. Ketiganya kemudian menjadi penopang terwujudnya Pancamulia Masyarakat Jogja.

“Selanjutnya, apabila diproposisikan, untuk mewujudkan Pancamulia Manusia Jogja, maka Kawasan Selatan akan diletakkan sebagai subjek prioritas pembangunan, melalui cara pandang atau jalan Reformasi Kalurahan, dengan memanfaatkan Teknologi Informasi,” katanya.

Disatu sisi dinamika globalisasi diakui oleh HB X mampu mempengaruhi level kompleksitas pembangunan. Hal ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi Jogjakarta. Terutama untuk lebih laju dan maju dalam meningkatkan kinerja pembangunan.

“Tantangan perubahan ini, tentunya perlu disikapi dengan bijak, didorong dengan perubahan mindset para penyelenggara pemerintahan. Berlandaskan strategi adaptif kolaboratif, serta infrastruktur yang memadai dan terbarukan,” ujarnya.

Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Teguh Setyabudi mengatakan RPJMD ini merupakan bagian dari pembangunan tahap pertama dari RPJPD DIJ 2025-2045.

RPJMD DIJ 2022-2027 ini juga diharapkan dapat lebih menunjukkan keistimewaan Jogjakarta. Terutama dalam berkontribusi pada tahapan RPJPN 2025-2045, menuju Indonesia Emas tahun 2045.

“Kami harap Jogjakarta bisa mengoptimalkan potensi yang dimiliki dengan mengembangkan inovasi dan kolaborasi, dalam mengakselerasi pembangunan daerah. Hal ini utamanya untuk mendukung pencapaian indikator makro yang masih relatif kurang,” pesannya. (Dwi) Editor : Editor News
#Visi 2022-2027 #Visi Pemprov DIJ #Visi Gubernur DIJ #RPJMD DIJ 2022 - 2027