Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Produksi Sampah 260 Ton/Hari, Pemkot Jogja Kewalahan

Editor News • Senin, 28 November 2022 | 23:43 WIB
NUMPUK : Gerobak sampah mengantri di depo sampah Mandalakrida Kota Jogja beberapa waktu lalu. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
NUMPUK : Gerobak sampah mengantri di depo sampah Mandalakrida Kota Jogja beberapa waktu lalu. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Pemkot Jogja tengah menjalin kerjasama dengan Pemkab Gunungkidul. Kaitannya adalah pemanfaatan lahan untuk pengolahan sampah. Rencananya berupa lahan seluas 5 hektar antara Kapanewon Paliyan dan Semanu.

Penjabat Wali Kota Jogja Sumadi menuturkan kerjasama ini sangatlah penting. Terlebih Kota Jogja sudah tak ideal untuk mengolah sampah. Terutama atas keterbatasan wilayah dan lahan di perkotaan.

“Iya ada, perkembangannya pengadaannnya tempat untuk pengolahan bukan pembuangan akhir. Ada tanggapan baik dari Gunungkidul menyiapkan sesuai tata ruang, mereka mau, tahu dengan luas lahan kota kecil sehingga mau kerjasama untuk pengolahan sampah,” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (28.11).

Sumadi tak menampik pihaknya cukup kewalahan dalam mengolah sampah. Tercatat produksi sampah harian di Kota Jogja mencapai 260 ton/hari. Sementara kemampuan untuk mengolah sampah rumah tangga hanya bia 60 ton/hari.

Untuk pengiriman sampah ke TPA Piyungan mencapai 40 ton/hari. Kondisi Piyungan yang kerap buka tutup kerap menjadi kendala. Sehingga kadang membuat penumpukan sampah di sejumlah sudut Kota Jogja.

“Produksi sampah harian 260 ton/hari tapi kami cuma bisa mengolah 60 ton/hari. Sehingga kedepan akan olah perbanyak. Untuk 2023 kami selesaikan persoalan sampah, kita angkut yang hanya organik, anorghanik selesaikan ditingkat RW untuk diolah,” katanya.

Terkait kerjasama pengolahan sampah di Gunungkidul, masih dalam tahap konsep. Terutama untuk bentuk pengolahan sampah yang ideal. Tentunya dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.

Kerjasama, lanjutnya, juga memperhatikan tata ruang Kabupaten Gunungkidul. Sehingga pemilihan lokasi tidak akan merugikan warga. Sementara untuk lokasi masih menjadi pilihan antara Kapanewon Paliyan dan Kapanewon Semanu.  

“Ada beberapa alternatif di Paliyan dan Semanu, kita jajaki sesuai tata ruang dan kondisi lahannya. Ada beberapa alternatif, kita menyiapkan sekitar 5 hektar, kita lihat lokasi mana dan tata ruang seperti apa,” ujarnya. (dwi) Editor : Editor News
#Jogja darurat sampah #Pemkot Jogja #Pemkab Gunungkidul #pengolahan sampah Jogja #sampah Jogjakarta