MEITIKA CANDRA LANTIVA, Sleman, Radar Jogja
Kegiatan ini diselenggarakan di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, tepatnya di Surabaya. Dalam ajang pergulatan yang diikuti dari berbagai kampus dari perguruan tinggi itu, Bebek Restorasi karya Dana berhasil mengantongi sejumlah penghargaan.
Antara lain, penghargaan sebagai juara 1 kategori jasa dan perdagangan dengan usaha Bebek Restorasi. Kemudian juara 2 kategori industri kreatif, seni budaya dan pariwisata dengan usaha CIP Janggel. Serta juara harapan 2 kategori produksi dan budidaya dengan usaha honey house. Selain itu UNY juga mendapatkan juara 1 kategori booth atau stand pameran terbaik.
Pemilik usaha Bebek Restorasi Dana Brata merasa bersyukur atas capaian ini. Ini kali pertama dirinya mengikuti ajang nasional lomba terkait usahanya. Dia tak menyangka, usahanya yang digelutinya sejak duduk di bangku SMK tahun 2018 itu mendapatkan pengakuan, dengan mengantongi prestasi tersebut.
Dana, mahasiswa Teknik Manufaktur, Fakultas Teknik UNY ini pun mendapatkan dukungan dari dewan juri. Banyak komentar positif, juga kritik dan saran dari usahanya. “Dan juri sendiri sangat tertarik,” katanya antusias kemarin (27/11).
Dana menceritakan, bisnis yang digelutinya bermula dari hobi bermain motor klasik. Kemudian merakit motor sendiri. Lalu banyak kalangan yang berminat minta direstorasi. Akhirnya dia membuka bengkel spesialis Honda Astrea Series. Lokasinya, di Jalan Godean Km 7,5, Gesikan, Sidoarum, Godean, Sleman.
Bebek restorasi ini hanya berkonsentrasi pada jasa penyegaran kembali Honda Astrea series. Mulai dari Astrea 800, Astrea Star, Astrea Prima hingga Astrea Grand dan Legenda.
Empat tahun berjalan, usahanya terus berkembang. Awalnya dia menggandeng tiga teman kuliahnya sebagai tim. Lalu, saat ini bertambah menjadi tujuh karyawan. Empat di antaranya pemberdayaan anak muda yang baru lulus sekolah di sekitar bengkelnya.
Menurutnya, usaha jasa restorasi kendaraan bebek Astrea series ini masih jarang dijumpai. Apalagi memiliki keterbatasan stok suku cadang. Kendalanya, kata Dana, ada pada sparepart motor. Karena stok lama, huntingnya agak sulit. Solusinya, memperbanyak relasi.
“Sparepart itu sebenarnya masih banyak, tetapi di tangan-tangan penghobi, pengepul atau kolektor sparepart klasik. Juga diperbanyak lagi kolega komunitas penjual sparepart Indonesia,” tambahnya.
Kendati demikian, ia tak memungkiri juga menggunakan produk imitasi. Imitasinya pun memilih bahan tertentu yang bisa diaplikasikan ke motor tersebut.
Dia berharap, usai meraih penghargaan KMI Expo, usahanya lebih berkembang lagi. Sebagai penyemangat, mendorong inovasi, membuat timnya semakin tertarik mengikuti kompetenai-kompetensi berikutnya. Menambah skill lebih baik ke depan. “Untuk lomba skala nasional, baru kali ini. Biasanya kami lebih ke acara kontes Honda lawas,” bebernya.
Disebutkan, kendala konsumen sejauh ini belum ada. Rata-rata peminat di bangkel Dana dari kalangan pehobi, kolektor, dan usia lanjut,” ujar laki-laki ini.
Dikatakan, selain mengembalikan wujud motor lawas seperti baru lagi, customer Bebek Restorasi banyak yang ingin mengembalikan kenangan motor itu pada masa lalu. Mulai dari yang membeli motor itu sebagai motor pertamanya, kenangan saat menempuh kuliah, hingga kenangan bahwa motor Honda Astrea itu merupakan milik almarhum orangtuanya.
Menggeluti usaha di usia 21 tahun, Dana pun membagikan kunci sukses membangun usaha. Yakni, abaikan gengsi. Kemudian jangan sia-siakan masa muda. Usia muda merupakan masa-masa keemasan mengembangkan potensi diri. Sebagai modal awal mencipatakan peluang kerja. “Selagi masih muda, makanya itu lakukan hal-hal positif yang lebih maksimal,” ajaknya. (laz) Editor : Editor Content