Ketua Aliansi Mahasiswa Nusantara Altingia Arie menuturkan aksi ini diinisiasi oleh mahasiswa dari seluruh nusantara yang berkuliah di Jogjakarta. Turut melibatkan Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Jawa Barat dan Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Cianjur Sugih Mukti (Pancaniti).
“Inisiator dari doa bersama ini adalah aliansi mahasiswa terkait bencana gempa di Cianjur. Untuk menumbuhkan kembali empati anak bangsa merasakan di sana seperti apa. Makanya kita mengadakan acara doa bersama seperti ini,” jelasnya ditemui dalam sela-sela doa bersama di Titik Nol Kilometer Jogjakarta, Rabu malam (23/11).
Aksi diawali dengan doa bersama yang melibatkan tokoh Jawa Barat di Jogjakarta. Simbol doa bersama dengan penyalaan lilin oleh para mahasiswa. Dengan harapan proses evakuasi terhadap korban gempa Cianjur lancar.
“Ini juga ada pembacaan narasi dari teman-teman Cianjur dan teman-teman Sulteng serta NTT tentang bencana di Cianjur. Selain itu dilanjutkan doa bersama dengan menyalakan lilin sebagai simbol bela sungkawa untuk masyarakat Cianjur,” katanya.
Untuk penyaluran bantuan dan donasi, pihaknya berkoordinasi dengan IKPM Jabar dan Pancaniti Jogjakarta. Rencananya akan disalurkan akhir pekan secara langsung. Dengan menyasar lokasi terdampak gempa Cianjur.
Rencananya juga akan ada pengiriman relawan. Melibatkan para mahasiswa di Jogjakarta yang terlibat dalam Aliansi Mahasiswa Nusantara. Koordinasi tim akan melibatkan Tim Pancaniti dan Komunitas Masyarakat Cianjur.
“Dari tim Pancaniti, Komunitas cCanjur di Jogja mereka akan berangkat hari Jumat ke Cianjur sembari membawa bantuan dan donasi yang kita kumpulkan di sini. Yang mau ikut tidak masalah mungkin mereka akan bareng dengan teman-teman Cianjur sebagai guiden di sana juga,” ujarnya
Mahasiswa asal Cianjur Muhammad Azhar Jauhari menuturkan kebutuhan mendesak adalah bahan pokok. Selain itu juga kebutuhan untuk bayi dan ibu hamil. Kebutuhan lain adalah kain kafan karena banyaknya korban jiwa atas gempa Cianjur.
Remaja yang tergabung dalam Pancaniti ini menuturkan kondisi belum relatif stabil. Ini karena masih ada gempa susulan setiap harinya. Ditambah lagi proses evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan juga masih berlangsung.
“Tadi sempat video call dengan keluarga, alhamdulilah selamat semua. Tapi kondisi saat ini kondisi tidak aman siaga 1, dari Gubernur Jabar (Ridwan Kamil) anjurkan mengungsi,” katanya. (dwi) Editor : Editor News