Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tingkatkan Perekonomian lewat Festival Budaya

Editor Content • Senin, 21 November 2022 | 15:30 WIB
SEMARAK: Suasana Festival Rintisan Desa Budaya yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Bantul pada 19-20 November di Lapangan Trirenggo. (DOKUMENTASI HUMAS PEMKAB BANTUL)
SEMARAK: Suasana Festival Rintisan Desa Budaya yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Bantul pada 19-20 November di Lapangan Trirenggo. (DOKUMENTASI HUMAS PEMKAB BANTUL)
RADAR JOGJA - Dinas Kebudayaan Bantul berupaya agar festival budaya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Hal itu diwujudkan melalui Festival Rintisan Desa Budaya di Lapangan Trirenggo pada 19-20 November.
Kepala Dinas Kebudayaan Nugroho Eko Setyanto mengatakan, festival rintisan desa budaya ini melibatkan tujuh kalurahan. Di antaranya Jatimulyo, Baturetno, Wukirsari, Timbulharjo, Tamantirto, Guwosari, dan Gadingsari.
Tidak hanya itu, pagelaran festival juga melibatkan seluruh masyarakat termasuk pedagang. Adanya keterlibatan pedagang, diharapkan festival kebudayaan di Bantul bisa turut meningkatkan perekonomian masyarakat. “Dengan keterlibatan dari banyak pihak termasuk para pedagang, harapannya budaya juga mampu memberi manfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Nugroho kemarin (20/11).
Diketahui, saat ini sudah terdapat 26 kalurahan rintisan budaya di Bantul. Dari jumlah itu, ada dua kalurahan yang telah berstatus sebagai desa mandiri budaya dan 19 desa budaya. Sementara pada 2023, akan ada lima kalurahan yang akan ditetapkan sebagai rintisan desa budaya.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berharap, ketujuh kalurahan yang saat ini masih berstatus rintisan desa budaya bisa segera ditetapkan sebagai kalurahan budaya. Dia pun mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terlibat dalam festival rintisan desa budaya tersebut. "Semoga Bantul semakin berbudaya, dan tujuh kalurahan segera menjadi kalurahan budaya," harap Halim. (inu/eno) Editor : Editor Content
#desa budaya