Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Panglima TNI Ungkap Prajuritnya Diperiksa Terkait Kasus Mutilasi ASN Semarang

Editor News • Rabu, 12 Oktober 2022 | 21:24 WIB
TEGAS : Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ditemui di Grha Sabha Pramana UGM, Rabu (12/10). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
TEGAS : Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ditemui di Grha Sabha Pramana UGM, Rabu (12/10). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa benarkan tiga prajuritnya diperiksa terkait kasus ASN Semarang. Atas dugaan keterlibatan kematian ASN Pemkot Semarang bernama Iwan Boedi Prasetijo. Jenazah sosok ini ditemukan di Pantai Marina, Semarang, Jawa Tengah, 8 September 2022.

Untuk status, Andika menuturkan belum ada yang tersangka. Saat ini ketiganya masih berstatus terperiksa atau saksi. Guna mendapatkan fakta dan bukti yang lebih mendetil.

"Sudah, kita sedang melakukan proses hukum. Jadi memang itu kan informasi yang disharing berdasarkan penyidikan yang dilakukan oleh Polda (Jateng) dan kami sekarang sedang melakukan proses terus," jelasnya ditemui di Graha Sabha Pramana UGM, Rabu (12/10).

Andika mengakui tidak mudah dalam melakukan pemeriksaan. Ini karena terperiksa kerap membantah. Selain itu juga memiliki alibi yang kuat saat peristiwa menghilangnya ASN Pemkot Semarang terjadi.

Walau begitu, Andika menegaskan pihaknya tak berdiam diri. Upaya pemeriksaan masih terus berlanjut. Jajarannya juga terus mengumpulkan saksi dan bukti dari sumber lainnya.

"Memang tidak semudah itu karena ada saja denial (penyangkalan) atau jawaban-jawaban yang kemudian membuat seolah-olah tidak terlibat. Tapi kami tidak begitu saja menyerah karena kami yakin polda juga punya bukti-bukti awal yang cukup. Pokoknya kami terus mengawal sampai dengan sekarang," tegasnya.

Tentang kesatuan, pangkat dan inisial, Andika tidak menjabarkan secara detil. Hanya saja dia memastikan telah ada pemeriksaan kepada tiga prajuritnya. Ketiganya juga belum berstatus sebagai tersangka.

"Ada dari Polisi Militer. Itu betul. Inisialnya kami agak lupa tapi kebetulan ada 3. Kalau peran belum menyimpulkan kesitu tapi kita sebut person off interest atau mereka-mereka yang kami ingin dalami," ujarnya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan jajaran Polda Jateng. Guna mengetahui proses penyelidikan dan penyidikan dari sisi kepolisian. Terutama atas pemeriksaan saksi dari warga sipil.

Andika memastikan ketiga prajuritnya belum ditahan. Ini karena belum ada hasil dari proses penyelidikan. Sehingga statusnya untuk saat ini masih saksi.

"Jadi kami dapat info dari Polda itu kira-kira 2 hari setelah ditemukannya mayat yang dimutilasi itu ya. Anggota belum ditahan karena kan belum kita tingkatkan sebagai tersangka statusnya," katanya.

Dia meminta masyarakat bersabar atas proses pemeriksaan. Terlebih setiap prajurit terperiksa memiliki alibi yang kuat. Itulah mengapa Andika mendorong masyarakat yang mengetahui detil kejadian mau menjadi saksi.

"Ini langsung saya kontrol perminggunya, ditangani oleh Kodam (Kodam IV/Diponegoro) tapi laporan terus langsung kepada saya," tegasnya. (Dwi) Editor : Editor News
#oknum tni #Jenderal Andika Perkasa #ASN Semarang #Panglima TNI