Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gebyar Panggung Rakyat, Peringatan Satu Dasawarsa UUK DIJ 

Editor News • Kamis, 1 September 2022 | 05:54 WIB
MANGUBAGYA : Peringatan satu dasawarsa Undang-Undang Keistimewaan terwujud dalam Gebyar Panggung Rakyat Malioboro, Rabu malam (31/8). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
MANGUBAGYA : Peringatan satu dasawarsa Undang-Undang Keistimewaan terwujud dalam Gebyar Panggung Rakyat Malioboro, Rabu malam (31/8). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Peringatan satu dasawarsa Undang-Undang Keistimewaan terwujud dalam Gebyar Panggung Rakyat Malioboro. Menampilkan beragam kesenian kerakyatan, tradisi hingga seniman jalanan. Acara kolaborasi masyarakat, Sekber Keistimewaan dan Paniradya Kaistimewaan ini berlangsung di kawasan Malioboro, Rabu malam (31/8).

Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menyebut panggung rakyat adalah bukti satu kesatuan warga dengan pemerintah Jogjakarta. Wujud suka cita dalam memperingati 10 tahun disahkannya UU Keistimewaan Daerah Istimewa Jogjakarta (UUK DIJ).

"Kami bersama bahwa hari ini kita akan bersama-sama berdoa mudah-mudahan Keistimewaan Daerah Istimewa Jogjakarta semakin memberikan manfaat bagi kesejahteraan seluruh rakyat di daerah Jogjakarta," jelasnya saat pembukaan Pesta Rakyat di kawasan Malioboro, Rabu malam (31/8).

Satu Dasawarsa UUK DIJ, lanjutnya, menjadi momen refleksi bersama. Khusus untuk jajaran pemerintahan terkait kebijakan publik. Terutama yang terfokus pada kesejahteraan seluruh elemen masyarakat.

Aji menuturkan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X berpesan agar keistimewaan terus terjaga. Baik dalam pelestarian kebudayaan hingga kesejahteraan masyarakat. Sehingga jargon Jogjakarta Istimewa benar-benar terwujud.

"Secara khusus pada saat lahirnya Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan Jogjakarta maka itu menjadi titik balik bagi kita untuk lebih menyemarakkan bahwa keistimewaan ini harus membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat yang ada di Jogjakarta," katanya.

Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan Aris Eko Nugroho menuturkan pesta rakyat menampilkan beragam kesenian. Mulai dari kesenian rakyat, kesenian tradisi hingga hadirnya para musisi Malioboro. Komposisi ini adalah wujud keistimewaan Jogjakarta dalam hal seni.

Sesuai semangatnya, seni budaya adalah salah satu unsur Keistimewaan dari Jogjakarta. Tak hanya kesenian tradisi dan klasik tapi juga kesenian rakyat hingga kesenian modern. Seluruhnya mengisi keindahan budaya di Jogjakarta.

"Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wahana menemukan kecintaan dan juga meningkatkan apresiasi generasi muda untuk turut serta menjaga Keistimewaan di Jogjakarta," ujarnya.

Gebyar panggung rakyat, lanjutnya, juga terfokus pada satu dasawarsa UUK DIJ. Wujud perjuangan seluruh elemen masyarakat di Jogjakarta. Terutama dalam mengawal lahirnya UU Nomor 13 Tahun 2012. Sehingga legitimasi Keistimewaan Jogjakarta lebih kuat.

Panggung pesta rakyat juga masih berlanjut 5 September 2022. Berupa seminar sejarah tentang keistimewaan Jogjakarta. Ditutup pada 10 September 2022 yang juga terlaksana di Malioboro.

"Sengaja kita ambil angkanya 10 kemudian berakhir dengan 10 harapannya di 10 September besok penetapan dari sosok Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10 dan juga bapak Sri Paduka Paku Alam ke-10 dapat berjalan dengan lancar," katanya. (Dwi)

  Editor : Editor News
#kesenian Jogjakarta #Satu dasawarsa UUK DIJ #Undang Undang Keistimewaan #Malioboro