"Visi misi yang kaitannya dengan itu sudah eksplisit muncul. Bagaimana misi mengatasi kemiskinan, bagaimana kita mengatasi tentang kenakalan remaja, itu sudah eksplisit tidak perlu ditambah lagi," jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (15/8).
Diketahui bahwa beberapa waktu belakangan heboh dengan unggangan Pengabdi Sultan di media sosial. Sisi visual menampilkan sosok raja yang sedang duduk bertahta.
Poster ini tersebar di sejumlah aplikasi media sosial. Baik di Facebook, Instagram maupun Twitter. Disertai pula narasi tentang kesejahteraan dan ketentraman masyarakat Jogjakarta.
"Tinggal diprogram apa yang kita lakukan pada setiap tahunnya. Ada mekanisme RKPD (rencana kerja perangkat daerah), ini sebelum kita susun ada musrenbang. Ini tempat untuk menerima masukan masyarakat," katanya.
Sementara terkait pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIJ, Aji memastikan pelantikan tetap 10 Oktober 2022. Surat rekomendasi telah dikirimkan oleh DPRD DIJ. Untuk kemudian pelantikan rencananya oleh Presiden Joko Widodo.
Hamengku Buwono X dan Paku Alam X telah ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIJ periode 2022-2027. Tepatnya melalui mekanisme sidang paripurna DPRD DIJ. Langkah setelah tinggal menunggu pelantikan oleh pemerintah pusat.
"DPRD sudah bersurat kepada presiden. Isinya melaporkan hasil paripurna penetapan dan mohon segera dilakukan pelantikan (Gubernur dan Wakil Gubernur DIJ) 2022-2027," ujarnya.
Aji berharap proses pelantikan tidak mundur dari jadwal awal. Tujuannya agar tak ada kekosongan kepala daerah di Jogjakarta. Sehingga akan segera terisi dengan mekanisme penetapan berdasarkan UU Keistimewaan DIJ.
Terkait lokasi pelantikan, Aji belum bisa memastikan. Hanya saja tercatat selama ini ada 2 tempat pelantikan. Kala kepempimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berlangsung di Gedung Agung Jogjakarta.
"Kalau jaman pak Jokowi di Jakarta. (Pelantikan penetapan) Sudah 3 kali, pertama dulu di DPRD kalau tidak salah," katanya. (Dwi) Editor : Editor News