Inilah yang disampaikan saat Peringatan Hari Lanjut Usia ke-26 di Benteng Vredeburg Jogjakarta, Selasa (31/5). Sesuai dengan tema Lansia Sehat Indonesia Kuat, PA X berpesan agar lansia harus mandiri dan terus produktif. Sehingga mampu mengisi kehidupannya, bahkan bermanfaat bagi sesama manusia.
“Sebutan sesepuh menunjukkan bahwa lansia sangat bisa menjadi teladan hidup sekaligus cucuk lampah dalam mengarungi kehidupan sekaligus meneruskan peradaban di bumi Indonesia,” jelas PA X, Selasa (31/5).
Eksistensi lansia dalam keluarga, lanjutnya, masih kuat. Terbukti dengan adanya 3 generasi dalam satu keluarga. Tak hanya pasif, tapi turut membangun karakter keluarga dengan transfer ilmu dan pengalaman.
Semangat-semangat inilah yang harus dicontoh generasi penerus. Terutama dalam untuk tetap mandiri da produktif. Sehingga ketahanan keluarga yang baik akan berdampak signifikan ke ketahanan nasional.
"Semoga lansia selalu sehat, sehingga lansia tetap mampu memberi manfaat bagi diri sendiri keluarga masyarakat bangsa dan negara. Berbahagialah kaum lansia Indonesia dan siap mewujudkan lansia sehat Indonesia kuat,” pesannya.
Kepala Dinas Sosial DIJ Endang Patmintarsih menuturkan puncak acara Hari Lansia 2022 diikuti oleh 1.000. Konsepnya bauran antara daring maupun luring. Dengan puncak acara di Benteng Vredeburg Jogjakarta.
Konsep acara dikemas dalam sarasehan dan talkshow. Fokusnya tentang penyelenggaraan kesejahteraan lansia. Tertuang dalam UU No. 13/1998 tentang kesejahteraan lanjut usia.
"Juga UU no.11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial, PP Nomor 43 Tahun 2004 tentang pelaksanaan upaya peningkatan kesejahteraan lansia dan Perda DIJ Nomor 3 tahun 2021 tentang penyelenggaraan kesejahteraan lanjut usia menjadi dasar dari penyelenggaraan kegiatan ini," ujarnya.
Endang memastikan perhatian pemerintah terhadap lansia total. Terwujud dalam beragam program maupun penghargaan. Fungsinya sebagai apresiasi kepada pihak-pihak terkait tentang penyelenggaraan kegiatan lansia.
Wujud pelayanan dengan menguatkan peran dan fungsi Posyandu Lansia. Adapula upaya mensinergikan peran stakeholder dalam perubahan sosial masyarakat milenial. Khususnya yang peduli terhadap harkat dan martabat lansia.
“Menjadi lanjut usia adalah anugerah, maka berusahalah membahagiakan mereka sebagai amanah. Inilah yang kami wujudkan baik oleh eksekutif maupun legislatif,” katanya. (Dwi) Editor : Editor News