Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berawal Kerap Lihat Orang Dorong Motor Malam Hari

Editor Content • Jumat, 29 April 2022 | 16:47 WIB
MOBILE 24 JAM: Slamet Mardi alias Yadek membuat box tambal ban keliling 24 jam sebagai upaya promosi.(DOK PRIBADI)
MOBILE 24 JAM: Slamet Mardi alias Yadek membuat box tambal ban keliling 24 jam sebagai upaya promosi.(DOK PRIBADI)
RADAR JOGJA - Slamet Mardi atau kerap disapa Yadek, warga Caturtunggal Depok, Sleman, sudah tiga bulan berinovasi membuka jasa tambal ban keliling 24 jam. Ia mendatangi warga yang mengalami ban bocor di jalan, terutama pada malam hari.

WULAN YANUARWATI, Sleman, Radar Jogja

Yadek awalnya menawarkan jasanya melalui akun Facebook dan kini sudah mulai dikenal khalayak. Berawal dari keprihatinan melihat orang yang mengalami ban bocor saat malam hari dan bengkel sudah tutup. Ternyata ide itu membawa rezeki baginya.

“Sering lihat orang nuntun (mendorong, Red) motor malam-malam karena ban bocor. Jadi punya ide,” ujarnya saat ditemui Radar Jogja (23/4).
Pria berusia 40 tahun ini membanderol jasanya dengan harga Rp 30 ribu untuk tambal ban dan Rp 60 ribu untuk penggantian ban dalam. Harga sudah termasuk biaya bensin untuknya menyambangi pengguna jasanya.

“Jasa mbantu tapi ada ongkos bensin. Biasanya pangkalan (bengkel, Red) harganya Rp 15ribu-Rp 20 ribu. Saya nambahin Rp10 ribu untuk ongkos bensin,” ujarnya.

Yadek berkomitmen untuk melakukan pekerjaannya ini. Meskipun malam hari dan terkadang lokasinya jauh, tetap ia datangi. Sebetulnya ia mematok lokasi area Kota Jogja, Sleman, dan Bantul. Namun bisa fleksibel tergantung kondisi.
“Warga sangat banyak yang menggunakan jasa. Musim hujan paling cuma 1-2 orang. Kebanyakan malam sampai subuh tidak tentu, 3-4 orang. Walaupun jauh aku datangi,” jelasnya.

ia bercerita pernah dipanggil hingga Kulonprogo. Awalnya terkejut, namun ia tetap datangi. Ia menginformasikan bahwa jarak terlalu jauh. Namun pengguna jasanya tidak masalah dan mau menunggu.

“Terjauh Kulonprogo. Kan di pelosok dan malas jauh dari bengkel, lalu liat di Facebook terus dia telepon. Saya minta shareloc kok perjalanan satu jam lebih. Ya sudah saya layani, Jembatan Kali Progo masih terus, ambil kanan jauh. Saya itung bensin pulang pergi habis Rp 30 ribu. Untung dia ngasih lebih,” tambahnya.

Lebih lanjut ia bercerita kali pertama membuka jasa masih membawa peralatan di dalam tas yang digendong. Yadek lantas berpikir orang tidak ada yang mengetahuinya. Sehingga ia berinovasi membuat kotak di samping kanan kiri dan diberi tulisan. Hal ini sebagai salah satu upaya promosi juga.

“Dulu saya pakai tas gendong dan gak dikenal orang. Lalu saya kreatif. Kalau digendong capek, terus saya bikin box kayak keronjol aku tulisin tambal ban online kasih nomor HP 085803439677,” ujar pria yang belajar membengkel sejak lulus sekolah dasar ini.

Meskipun tidak mengenyam pendidikan teknik, kemampuannya tidak diragukan lagi. Yadek belajar otodidak dan praktik langsung saat bekerja di bengkel. Karena kegigihannya, ia berupaya untuk membuka jasa sendiri dan justru banyak diapresiasi masyarakat.

“Dulu sekolah ga bengkel (bukan teknik, Red). Tamat SD belajar sendiri terjun ke bengkel. Kerja di bengkel. Lalu bisa. Saya pelajari, dulu sering dimarahi bos,” ungkapnya.

Saat ini Yadek berupaya untuk membuat inovasi baru. Yakni dengan menambah jasa cuci motor pagi hingga sore. Sedangkan malam ia tetap konsisten untuk buka jasa bengkel keliling.

“Saya tambahi cuci motor online. Pagi sampai sore kosong waktunya, jadi mau tak tambahin jam 7-4 sore cuci keliling,” tambahnya.

Disinggung jasa servis motor keliling, Yadek mengaku belum sanggup. Sebab, pekerjaan itu memerlukan ketelitian dan konsentrasi yang tinggi. Ia tidak ingin fokusnya terpecah saat melakukan servis motor dan gawainya berdering meminta jasa bengkel. (laz) Editor : Editor Content
#Sleman