Mengaku hanya sebagai pelayan, Velda tidak mengantongi jumlah pasti peningkatan. Tapi, dia memastikan ada 20-30 pembeli pakaian setiap hari. Jumlah pembeli mulai meningkat sejak seminggu Ramadan.
Jumlah pembeli makin dirasakan oleh Velda usai adanya pembagian tunjangan hari raya (THR). Situasi yang tidak ditemukannya pada dua kali perayaan Lebaran lalu. “Agak lebih meningkat (tahun ini, Red). Korona kemarin anjlok,” ujarnya.
Namun jika dibandingkan dengan situasi jelang Lebaran pasca-pandemi Covid-19, Velda menyebut jumlah pembeli belum sebanding. Tapi itu saja sudah membuatnya bersyukur. Pakaian yang dia tata, ada pembelinya. Sehingga ibu tiga orang anak ini merasa pekerjaan yang dilakoninya berarti. “Jadi senang juga, kami bekerja bukan hanya sekadar mencari uang. Tapi ada yang dilayani,” jelas perempuan 32 tahun itu.
Smentara itu, seorang pembeli Rendra mengaku masih menjadikan Pasar Beringharjo sebagai referensi utama untuk berbelanja. Menurutnya, pasar ini memberi harga paling murah. Selain itu, pilihan barang yang dijajakan pun cukup banyak dan variatif. “Kebetulan, saya dan ibu asli Jogja,” ucapnya.
Kali ini, Rendra mencari pakaian yang rencananya akan dibawa sebagai buah tangan ke rumah besannya di Sumatera. “Mau lebaran kan, jadi ini cari baju buat oleh-oleh. Terus juga beli camilan yang khas Jogja, di Beringharjo juga banyak,” tandasnya. (fat/eno) Editor : Editor Content