Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Melihat Produksi Iqro K.H As'ad Humam di Kotagede

Editor News • Sabtu, 16 April 2022 | 21:41 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Siapa yang tak kenal K.H As'ad Humam. Fotonya menghiasi sampul buku Iqro jilid 1 hingga jilid 6. Sosok inipula yang mengenalkan metode Iqro atau belajar membaca Qur'an.

Metode ini menjadi pelajaran dasar dalam membaca Qur'an di berbagai lembaga pendidikan. Mulai dari sekolah hingga pondok pesantren. Bahkan buku Iqro tetap diminati ditengah maraknya perkembangan teknologi digital.

"Dulu itu K.H As'ad Humam terinsipirasi bikin Iqro prihatin dengan keadaan pemuda jaman dulu. Banyak yang untuk baca Qur'an kurang berminat karena terlalu sulit untuk belajar. Akhirnya terinspirasi membuat metode baru, namanya Iqro," jelas Direktur Percetakan Iqro Muhlasin ditemui di rumah percetakan Iqro di Karang Kotagede, Kota Jogja, Jumat (15/4).

Muhlasin menuturkan ide merintis buku Iqro antara medio 1986 hingga 1987. Dalam rentang waktu tersebut, pertama kali Iqro diedarkan ke khalayak luas. Pembuatannya masih manual dan belum massal.

Buku Iqro, lanjutnya, kerap dibawa dan dibagikan oleh K.H As'ad Humam. Tujuannya untuk mempermudah dalam mengajarkan membaca Qur'an. Sasarannya dari pelosok desa hingga sejumlah perkampungan di Kota Jogja.

"Beliau juga terjun mengajar di berbagai pelosok desa. Awalnya di Kotagede lalu merambah ke Gunungkidul dan daerah lain.Meski pencetus tapi juga terjun langsung tidak semata tokoh lalu tidak terjun," kisahnya.

Memasuki medio 1988 hingga 1989 permintaan terhadap buku Iqro semakin meningkat. Alhasil K.H As'ad Humam dan tim mencetak lebih banyak. Hanya saja untuk orderan masih mengandalkan percetakan dari luar.

"Alhamdulilah sampai sekarang banyak yang senang. Akhir-akhir ini lihat di televisi pakai juga Iqro. Alhamdulillah masih eksis dan tetap berkah untuk beliau," katanya.

Seiring waktu berjalan, percetakan semakin meningkatkan produksi Iqro. Dari awalnya cetak diluar menjadi mandiri. Pada awalnya hanya memiliki 5 alat cetak berukuran kecil. Hingga merambah ke mesin yang lebih besar.

Memasuki 1992, produksi Iqro semakin pesat. Diawali dengan pencetakan dengan mesin berukuran besar. Lalu dari awalnya hanya di Selokraman Kotagede mulai merintis lokasi lain. Hingga berdiri percetakan yang lebih besar pada 1994 di Jalan Nyi Pembayun nomor 21, Karang Kotagede.

"Mulai 2014 juga mulai tambah mesin lagi. Mulai dari Plano Oliver 66 lalu mesin lipat, mesin stecting dan mesin potong elektrik. Untuk percepat produksi karena menyesuaikan order," ujarnya.

Perkembangan teknologi digital ternyata tak berdampak signifikan terhadap buku Iqro. Pesanan masih terus ada dari waktu ke waktu. Baik dari lembaga pendidikan maupun personal.

Tercatat saat ini Iqro K.H As'ad Humam diproduksi sebanyak 25 ribu eksemplar perharinya. Sementara untuk bendel iqro paket 6 jilid mencapai 10 ribu eksemplar perminggunya. Selain itu adapula buku Bacalah yan mencapai 25 ribu hingga 50 ribu eksemplar perharinya.

"Sekarang generasi kedua, mudah-mudahan generasi ketiga masih eksis," katanya. (Dwi) Editor : Editor News
#produksi iqro #Iqro Jogjakarta #iqro K.H As'ad Humam #Iqro kotagede