Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masjid UGM Undang Tokoh Nasional, Isi Ceramah Tarawih

Editor News • Sabtu, 2 April 2022 | 00:10 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Sejumlah tokoh nasional akan menjadi pembicara Tarawih di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) selama bulan Ramadan. Mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hingga sosok Mendikbudristek Nadiem Makarim. Adapula nama Menko Polhukam Mahfud MD dan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X.

Ketua Takmir Masjid Kampus UGM Rizal Mustansyir membenarkan adanya daftar pembicara tersebut. Para tokoh nasional dipilih terkait pengalaman pengalaman akademis dan ketokohan. Termasuk perannya masing-masing sebagai pejabat negara maupun tokoh nasional.

"Tokoh yang menjadi pembicara merupakan akademisi yang sudah menjadi praktisi. Mereka sudah menerapkan ilmu-ilmu mereka di masyarakat dan diharapkan punya solusi tentang berbagai macam problem dalam kehidupan aktual kita sekarang ini," jelas Rizal melalui sambungan telepon, Jumat (1/4).

Pemilihan tokoh juga atas peran selama pandemi Covid-19. Setiap tokoh, lanjutnya, memiliki strategi yang berbeda-beda. Selain mengacu kebijakan pemerintah juga berdasarkan dinamika masyarakat.

"Terutama yang terkait dengan masalah pandemi, terkait masalah perekonomian bangsa kah, yang terkait dengan macam-macam lah. Maka kita ambil beberapa tokoh itu ada kaitannya dengan kepakarannya masing-masing," katanya.

Dia mencontohkan salah satu tokoh, Anies Baswedan. Menurutnya sosok Gubernur DKI Jakarta ini memiliki pendekatan dengan kebijakanmya. Terutama dalam memecahkan problem bangsa yang ada di Jakarta.

Atas pengalaman tersebut, menurut Rizal penting bagi civitas kampus. Selain sebagai wujud dakwah juga menjadi pengalaman berharga. Termasuk untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Sehingga terjadi simbiosis ya antara kampus dengan dunia luar dengan pemerintahan, dengan kebijakan, dengan masalah ekonomi dan lain sebagainya," ujarnya.

Beberapa tokoh, lanjutnya, adalah sosok generasi penerus bangsa. Peran ketokohan berdampak pada iklim nasional Indonesia. Termasuk dalam lingkup perpolitikan.

Rizal menegaskan tidak ada kaitan politik praktis atas pemilihan para pembicara. Dia juga memastikan tak ada unsur kepartaian atas pemilihan tokoh. Terbukti dari beragamnya tokoh yang mengisi dakwah salat tarawih selama Ramadan.

"Yang kita hindari adalah problem politik praktisnya, bendera-bendera partai. Kita sama sekali tidak menghubungi mereka dalam konteks kepartaian tapi dalam konteks akademisi," katanya.(Dwi) Editor : Editor News
#Masjid kampus UGM #pendakwah Tarawih #tokoh nasional