Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lebih Dekat dengan Woro Widowati

Editor Content • Minggu, 27 Maret 2022 | 14:41 WIB
MIGRASI: Siti Rokhimi warga Dusun Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman sedang menunjukkan puluhan burung kuntul bersarang di pohon-pohon halaman rumahnya,.(29/11).(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
MIGRASI: Siti Rokhimi warga Dusun Ketingan, Tirtoadi, Mlati, Sleman sedang menunjukkan puluhan burung kuntul bersarang di pohon-pohon halaman rumahnya,.(29/11).(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Ranum pipi itu sedikit merayu. Suara yang khas dan merdunya mencuri perhatian publik. Woro Widowati, penyanyi muda berbakat asal Kota Magelang ini dikenal melalui cover lagu dengan tembang jawa di kanal YouTube miliknya sejak Oktober 2019.

Sudah ratusan lagu yang telah di-cover olehnya. Seperti Kartonyono Medot Janji, Lintang Sewengi, Sampun Lilo, Manut Dalane, Sambate Ati, dan masih banyak lagi. Selain meng-cover lagu, Woro juga sukses merilis beberapa single pada 2020. Yakni Ikhlas Ngenteni, Cukup, dan Sekuat Atiku.

Meski di tengah terpaan badai pandemi Covid-19, tak lantas membuatnya berhenti berkarya. Dia juga kembali merilis beberapa lagu pada 2021. Di antaranya Bedo Dalane, Gusti Mboten Sare, Tak Lalike, dan Borobudur Saksi Ati.

Photo
Photo


Nyatanya, karya-karya itu berhasil membuat nama Woro semakin melambung naik. Dia pun sukses mendulang apresiasi dari masyarakat. Bisa dibilang, dia menjadi salah satu musisi dangdut dari generasi milenial di Kota Magelang.

Perjalanan Woro menjadi YouTuber dimulai ketika duduk di bangku kelas dua SMA. Saat itu, dia mengaku tidak mempunyai niatan untuk menjadi seorang YouTuber. Bakatnya di bidang tarik suara, mulai tampak ketika ia kerap diajak sang kakek menghadiri acara reuni.

Namun, kedua orang tuanya, Heriyanto dan Mila Sri Wahyuni tidak memiliki bakat di bidang seni musik. Justru, bakat itu diturunkan dari kakeknya, Benny Zakaria. “Dulu sering diajak eyang ke acara reuni SMP maupun SMA. Sering disuruh nyanyi juga. Akhirnya malah tertarik ikut band sekolah dan pentas seni,” kenang Woro saat ditemui di studio miliknya kemarin (25/3).

Kemampuannya itu, terus berlanjut hingga dia duduk di bangku kelas dua SMP. Woro mulai berani tampil di perlombaan musik dan menyanyikan tembang jawa, macapat. Begitu pula saat dia menginjak SMA. Woro ingin terus belajar dan tertarik untuk mengikuti ekstrakurikuler musik.

Hobi menyanyi yang disalurkan lewat status WhatsApp, ternyata sedikit banyak menganggu temannya dan dirasa kurang serius dalam membawakan lagu. Lantas, temannya mengusulkan Woro untuk membuat akun di kanal YouTube. Namun, Woro sempat menolak dan bilang belum tertarik.

Entah gemas atau kesal, kemudian temannya menawarkan diri untuk ikut membuat akun tersebut. Woro pun mengiyakan dan mulai meng-cover tiga buah lagu. Ternyata, lagu Kartonyono Medot Janji tengah naik daun pada saat itu. Dengan suara khasnya, Woro juga kecipratan naik daun.

 

Sejak saat itu, banyak yang request lagu lain dan pembawaannya pun dapat diterima oleh masyarakat. “Ya sudah, kalau memang rezekinya di situ, akhirnya diterusin sampai sekarang dan penerimaan masyarakat juga baik,”ujar gadis kelahiran Magelang, 2 Oktober 2002 ini.

Karier seseorang untuk menuju kesuksesaan tidak serta merta berjalan mulus. Begitu pula dengan Woro. Ia mengaku pernah terlibat masalah dengan beberapa pencipta lagu dan musisi lain saat lagunya di-cover Woro. Bukan masalah besar, melainkan terkait perizinan.

Mereka protes lantaran saat membawakan lagu itu, Woro tidak izin terlebih dahulu. Woro yang masih awam mengenai dunia musik, tidak tahu menahu soal itu. Dia hanya sekadar menyanyi untuk mengisi konten di kanal YouTube-nya. Namun dari situ, Woro mulai tahu jika meng-cover lagu ciptaan orang lain, ada prosedur tertentu yang harus dipenuhi. Tidak bisa sembarangan.

Karena kadung mendapat nama dan memiliki akun YouTube, Woro berusaha memperbaiki semuanya. Cover yang belum berizin, langsung diurus perizinannya secara tuntas. Jika memang tidak bisa diurus, Woro akan menghapus cover miliknya. “Kami take down. Terus makin ke sini jadi aman dan sudah mengikuti prosedur YouTube yang sesuai,” tambahnya.

Kiprahnya di dunia YouTube menggiring Woro untuk melebarkan sayap dengan bernyanyi di depan umum. Terbiasa bernyanyi sejak SD, membuat Woro tak malu unjuk gigi dalam cover-nya. Lain cerita jika bernyanyi secara langsung di hadapan banyak orang. Woro mengaku sempat demam panggung dan kerap gugup. Bahkan, kondisi itu bertahan hingga satu tahun.

JARING ATLET: Dua atlet taekwondo putra tengah bertarung di nomor kyuruki ajang Kejurda Taekwondo DIJ 2022 di GOR Amongrogo, Kota Jogja, Minggu (19/6).(ANA R DEWI/RADAR JOGJA)
JARING ATLET: Dua atlet taekwondo putra tengah bertarung di nomor kyuruki ajang Kejurda Taekwondo DIJ 2022 di GOR Amongrogo, Kota Jogja, Minggu (19/6).(ANA R DEWI/RADAR JOGJA)


Namun hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Woro. Lambat laun, rasa gugupnya sirna ketika melihat antusiasme para penonton di bawah panggung. Menurutnya, euforia penonton membawa dampak positif baginya. “Jadi lebih santai saat membawakan lagu,” ucapnya.

Baginya, bernyanyi di mana pun memiliki cerita dan kesan tersendiri. Namun, kata dia, pengalaman paling berkesan saat mengisi konser musik di Surabaya. Saat bernyanyi, Woro sempat terharu dan meneteskan air mata. Karena menurutnya, dia ada di panggung itu berkat mereka, para penonton. “Sambil batin, ‘wah, ini ngeri sih. Kok bisa aku sampai di sini’ gitu. Karena aku memang nggak pernah punya planning untuk menyanyi,” jelas mahasiswi semester dua program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tidar Magelang ini.

Pasalnya, Woro tidak pernah bercita-cita sebagai musisi. Melainkan seorang dokter kandungan. Baginya, menyanyi hanyalah sebuah hobi dan untuk kesenangan semata.

Namun kini, Woro juga ingin seperti musisi lain. Punya album yang kemudian digandrungi orang banyak. Dia juga memimpikan memiliki studio musik yang dapat digunakan untuk orang lain. Ketika hendak rekaman, orang lain tak payah mencari studio hingga ke luar daerah.

Meski pandemi dan banyak jadwal tampilnya terpaksa dibatalkan, tak membuat Woro berhenti berkarya. Di tengah aktivitasnya menimba ilmu, dia juga masih aktif menyiapkan single-single terbarunya. Namun, hal itu tidak berpengaruh besar terhadap pendidikannya.

Woro menyebut, hanya mengambil job ketika hari libur atau weekend maupun tanggal merah sehingga tidak akan mengganggu sekolahnya. Konsep itu sudah ia terapkan sejak pertama kali terjun dalam dunia musik. “Kalau misal ada job di Jawa Timur, kami pasti berangkat dan langsung pulang. Tidak menginap,” katanya. (aya/eno) Editor : Editor Content
#woro widowati