Bukan tanpa alasan. Rupanya ada sebab khusus mengapa ia menjadikan kegiatan bercocok tanam sebagai hobi. Apalagi hobinya konsisten ditekuni sejak remaja dan tidak berubah sesuai tren zaman. Ternyata ada nilai filosofis dan psikologis yang ingin dicapainya. Yakni untuk menyeimbangkan kehidupan.
“Kenapa tanaman, sebab di luar kita (manusia, Red) ada makhluk yang namanya tumbuhan. Ternyata atas berkat Tuhan dapat menyeimbangkan pemikiran kita, mengurai kejenuhan dan stres,” ujar Beny kepada Radar Jogja Jumat (18/3).
Berbagai penelitian juga menyebut bahwa bercocok tanaman hias dapat menjadi upaya healing dari hiruk pikuk kehidupan. Rutinitas pekerjaan yang berat dan penuh tanggung jawab, membutuhkan stress release yang tepat.
“Untuk keseimbangan hidup, supaya energi kita yang penuh sesak itu bisa keluar. Energi negatif keluar dan digeser. Lalu ketemu keseimbangan. Kantor kan full pekerjaan, di sela-sela libur bisa pergi dengan keluarga nyari bunga bareng-bareng,” jelasnya.
Beny menyakini tumbuhan dapat diajak berkomunikasi. Terlihat dari bagaimana pertumbuhannya, misalnya dari batang tumbuhnya, kuncup bunganya, dan buahnya. Oleh sebab itu, orang yang memiliki pikiran dan energi positif akan menghasilkan tanaman yang subur dan 'bahagia'. “Sebagai makhluk hidup ciptaan Tuhan, tanaman dapat diajak berkomunikasi,” tambahnya.
Saat ini Beny fokus merawat berbagai jenis tanaman anggrek. Pohon dengan batang besar membutuhkan banyak tempat, sementara ada keterbatasan lahan. Di sisi lain, merawat anggrek memberikan segudang manfaat.
Adapun jenis anggrek yang dirawat ada bermacam-macam. Di antaranya Cattelya, Vanda, Mariphosa, Dendrobium, Cyindhibium, Anggrek Bulan, Anggrek Hitam Papua, Anggrek Sulawesi, Anggrek Kalimantan, Anggrek Tebu, Tiger Pauw, Oncydium, Stepaly dan masih banyak lagi.
“Ada tantangan luar biasa karena jenis anggrek banyak dan perlakuannya berbeda. Kalau sudah bisa mengelola anggrek, maka bisa mengelola semua jenis tanaman. Konon ceritanya begitu. Maka saya penasaran atas tantangan karena setiap anggrek butuh perlakuan dan ketelatenan yang luar biasa,” jelasnya.
Beny juga mengaku beberapa tahun lalu mengembangkan parsel tanaman hias, namun berhenti karena kesibukan bekerja. Menurutnya, parsel tanaman hias masih potensial hingga saat ini.
“Potensinya luar biasa karena kita sering kirim bunga tapi imitasi. Itu batinnya nggak tekan (sampai, Red). Nggak bisa dijak omong-omongan (sehingga energinya berbeda, Red),” ungkapnya. (cr4/laz) Editor : Editor Content