Razilu mengaku penasaran dengan penamaan produk bakpia. Ini karena mengusung nama Bakpia Mbah Wiro 378. Adanya angka 378 identik dengan salah satu pasal pidana.
"Saya sempat tanya mengapa diberikan nama ini, itu adalah pasal penipuan tapi bukan menipu dalam arti negatif, ini menipu dalam arti positif. Ternyata di balik itu ada kreativitas warga didikan yang luar biasa," jelas Razilu ditemui di Lapas Kelas IIA Wirogunan, Kamis (10/3).
Baginya, kreativitas sebuah lapas, tak lepas dari arahan kepala lapas. Tak hanya itu, peran dari Pimpinan Kanwil juga penting dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh para penghuni lapas.
"Ini agak berbeda karena memang tidak semua lapas bisa seperti ini, tergantung dari kepala lapasnya. Ini juga tidak lepas dari arahan dan bimbingan Kanwil yang telah memberikan hal seperti itu," tambahnya.
Tak hanya produksi bakpia, Razilu juga mengapresiasi giat wisuda santri yang dilakukan oleh Lapas IIA Wirogunan. Baginya ini salah satu upaya pembinaan keagamaan warga lapas yang luar biasa. Terlebih wisuda santri ini telah dilaksanakan sebanyak 6 kali.
Ke depan, Razilu meminta kepada seluruh kapala lapas untuk bisa melihat kreativitas yang dikembangkan oleh lapas-lapas lainnya. Hal ini agar setiap lapas dapat berkembang jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Luar biasa ini mereka sudah melakukan 6 kali kegiatan serupa seperti itu. Ini pantas untuk menjadi brench marking bagi lapas-lapas yang lain untuk melakukan hal yang serupa," ujar Razilu. (isa/dwi) Editor : Editor News