MEITIKA CANDRA LANTIVA, Sleman, Radar Jogja
Deretan mobil tua full colors memenuhi halaman Studio Art Munggur 99, Padukuhan Kramat, Sidoarum, Godean, Sleman milik S Priadi, Jumat (4/2). Totalnya ada 13 mobil tua yang dilukis dengan beragam tema bergaya pop art. Ada tema keceriaan ibu dan anak-anak, tema wajah, suku dayak, ikan koi, barongsai, shio dan lainnya yang dikemas dalam tiga unsur budaya. Budaya Jawa, Kalimantan dan Tionghoa.
"Semua ini saya kerjakan selama satu tahun sejak 2021. Mulai dari nyari mobil sampai melukisnya," ungkap Supriyadi yang akrab di sapa S Priyadi kepada Radar Jogja, saat ditemui di studionnya, Jumat (4/2).
Seniman asal Lumajang ini menuturkan, awalnya melukis di mobil BMW miliknya. Awalnya cuma satu. ”Kini malah keterusan hingga menjadi proyek besar,” katanya.
Mobil hasil buruannya didapatkan dari berbagai wilayah. Mulai dari Pekan Baru, Banyumas, Bandung, Boyolali dan lain-lain. Selama mobil itu masih lengkap dengan surat-suratnya dan mesinnya masih bisa dijalankan, maka akan menjadi incarannya.
Untuk menyelesaikan lukisan pada satu buah mobil, dibutuhkan waktu antara dua minggu sampai satu bulan. Mengecatnya pun menggunakan cat khusus kapal. Sehingga lukisan tidak mudah rusak.
Dia pun ingin menunjukkan karya yang istimewa. Yakni, lukisan bertema liong atau naga pada badan mobil jenis Mercedes Limousine. Bukan hanya istimewa karena naganya, tetapi juga proses menemukan mobilnya luar biasa. Mobil itu didapatkan dari Pekan Baru, Riau. ”Proses membawanya tidak mudah," ungkapnya. Sehingga, kesulitan ini menjadi poin lebih dalam sebuah proses berkarya.
Ia pun menunjukkan mobil lainnya. Mobil Volvo bergambar seorang gadis cantik tengah bermain sampek. Alat musik tradisional khas Kalimantan. Selain itu juga dipenuhi dengan ornamen motif dayak.
Masih sederet dengan mobil tersebut, ada lukisan tentang keceriaan ibu dan anak-anak. Lukisan itu penuh keceriaan ada juga gambar kucing dan benda-benda mainan anak tergores lucu pada sisi samping dan atas mobil.
Bergeser ke sisi Barat, ada mobil Fiat kuno, yang dilukis dengan tema tokoh wayang Arjuna Wiwaha yang terkenal gagah, tampan dan pemberani. Saat dipamerkan nanti, dia ingin mengajak audiance untuk mengenal tokoh-tokoh wayang. Bagi S Priadi, ini salah satu cara memperkenalkan budaya Jawa dari sisi terkecil.
"Kalau yang di belakang sana Mercy lama yang saya lukis dengan motif dayak. Semua mobil ini saya lukis tidak ada yang visualnya sama, meski pun temanya sama," ujar dia.
Ada juga lukisannya tentang panen raya padi di pedesaan. Pada tema ini, S Priadi ingin melukiskan lebih detail suasana saat panen dengan gaya sedikit naturalis.
Pada Jumat siang (4/2), sebanyak 12 lukisan pada mobil dikirim ke Balikpapan, guna dipamerkan dalam sebuah proyek pengembangan wisata Pantai. Karya-karyanya dipamerkan untuk menyambut kunjungan wisata. Dan bila ada peminatnya, tidak menutup kemungkinan mobil dan karyanya dia jual. "Mercy lama bergambar motif dayak sudah ditawar Rp 250 juta, tetapi belum saya lepas. Karena itu juga favorit saya," kata dia.
Mobil dengan modifikasi lukisan itu dia banderol antara Rp 250 juta sampai Rp 500 juta. Hasilnya, untuk proyek selanjutnya. "Rencananya akan saya bikin lagi Studio Art Munggur 99 di Balikpapan dan Samarinda," ujarnya. (bah) Editor : Editor Content