Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiga Siswa Terpapar Covid-19, PTM Turun 50 Persen

Editor News • Jumat, 28 Januari 2022 | 00:39 WIB
FOKUS : PTM di SMAN 8 Jogja turun jadi 50 persen pasca tiga siswa terpapar Covid-19. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
FOKUS : PTM di SMAN 8 Jogja turun jadi 50 persen pasca tiga siswa terpapar Covid-19. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Kepala SMAN 8 Jogja Sri Suyatmi menuturkan tiga siswanya terpapar Covid-19. Imbasnya pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah ini turun menjadi 50 persen. Sebelumnya sesuai kebijakan pemerintah pusat, SMAN 8 Jogja telah menyelenggarakan PTM 100 persen.

Temuan kasus berawal dari seorang siswa kelas XII MIPA 5 yang ijin tidak masuk sekolah. Alasannya karena salah satu keluarganya ada yang terpapar Covid-19. Setelahnya Satgas Covid-19 SMAN 8 Jogja berkoordinasi dengan tim dari Puskesmas Umbulharjo 2.

“Siswa yang ijin ini lalu swab dan ternyata juga positif. Lalu baru dilaporkan ke sekolah hari Minggu (23/1). Lalu Senin (24/1) screening sekaligus lapor ke Puskemas Umbulharjo 2. Ditindaklanjuti dengan tracing sekaligus screening,” jelasnya ditemui di SMAN 8 Jogja, Kamis (27/1).

Dari tindakan medis awal ini terdeteksi 2 siswa terpapar Covid-19. Satu siswa berasal dari kelas yang sama XII Mipa 5. Sementara siswa lainnya berasal dari kelas X MIPA. Domisili ketiga siswa berasal dari Kabupaten Sleman.

Suyatmi memastikan kasus antara siswa Kelas XII dan X tak berhubungan. Untuk kasus di kelas XII merupakan hasil tracing kontak erat. Sementara untuk temuan di kelas X adalah hasil pemeriksaan kesehatan atau screening yang berlangsung secara bersamaan.

“Antara Kelas X dan XII tidak ada kontak erat. Kelasnya saja jauh, jadi beda kasus. Sebagai lanjutan, untuk siswa kelas X akan ditracing besok pagi (28/1),” katanya.

Hasil dari screening dan tracing ini keluar Selasa (25/1). Pasca temuan ini, pihak sekolah berinisiatif menutup PTM di kedua kelas. Untuk selanjutnya, pembelajaran berlangsung dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Tak hanya itu, PTM yang awalnya 100 persen juga turun menjadi 50 persen. Pertimbangannya adalah keselamatan dan kesehatan siswa dan guru. Skemanya siswa dalam satu kelas bergantian untuk penerapan PTM dan PJJ.

“Untuk dua kelas yang ada kasus positif, PJJ sampai Senin (31/1). Sementara skema 50 persen itu harian. Jadi nomor absen 1 sampai 18 masuk hari ini, sementara yang nomor 19 sampai 36 PJH di rumah. Lalu hari berikutnya sebaliknya,” ujarnya.

Suyatmi tak menampik sekolahnya kesulitan menerapkan PTM 100 persen. Ini karena upaya untuk menjaga jarak tidaklah maksimal. Terkendala oleh keterbatasan ruang dalam satu kelas. Sehingga jarak antar siswa tak bisa satu meter.

Alhasil pihaknya menguatkan protokol kesehatan lainnya. Berupa disiplin dalam penggunaan masker selama di kelas. Selain itu juga penggunaan hand sanitizer secara berkala.

“Juga ada satgas yang keliling. Pagi saat siswa datang kemudian saat istirahat dan pulang untuk mencegah kerumunan dan memastikan prokes,” katanya.

Terkait vaksin, Suyatmi memastikan sudah 100 persen. Meski ada lima siswa yang tidak menjalani vaksin atas pertimbangan kesehatan. Mulai dari auto imun hingga tidak tahan mengonsumsi obat.

“Jadi InsyaAllah semuanya sehat. Hanya di masyarakat kan ada ketakutan anak yang terpapar itu menularkan manakala ketemu yang daya tahan tubuhnya rendah beresiko,” ujarnya. (dwi) Editor : Editor News
#PTM Jogja #Pendidikan #siswa terpapar Covid-19 #Covid-19 SMAN 8 Jogja