Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Imbas Pandemi, Angka Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat

Editor News • Selasa, 21 Desember 2021 | 03:56 WIB
PEDULI : Kepala Dinas P3AP2KB Kota Jogja Edy Muhammad paparkan Pemkot Jogja memiliki program Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) sebagai wujud kepedulian kepada para lansia. (ANNISA KARIN/RADAR JOGJA)
PEDULI : Kepala Dinas P3AP2KB Kota Jogja Edy Muhammad paparkan Pemkot Jogja memiliki program Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) sebagai wujud kepedulian kepada para lansia. (ANNISA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Jogja meningkat selama pandemi Covid-19. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Jogja, selama 2021 terjadi 125 kekerasan pada perempuan dan 55 kasus kekerasan pada anak. Sebagai perbandingan, 2020 terctat 105 kasus kekerasan pada perempuan dan 39 kasus kekerasan terhadap anak.

Kepala Dinas P3AP2KB Kota Jogja Edy Muhammad menuturkan peningkatan angka kekerasan tak lepas dari dampak pandemi Covid-19. Korelasinya adalah terjadinya krisis perekonomian yang memunculkan beban psikis bagi masyarakat. Ditambah lagi kegiatan belajar mengajar secara daring yang juga menjadi salah satu penyebab kasus kekerasan pada anak.

“Pandemi Covid-19 menjadikan beban psikis meningkat. Baik itu harus mendampingi anak karena daring yang cukup lama. Kemudian masalah ekonomi, karena faktor kerja yang ada hambatan. Sehingga ini menjadikan munculnya angka-angka peningkatan tadi,” jelas Edy ditemui di Kompleks Balai Kota Jogja, Senin (20/12).

Langkah antisipasi telah tersusun dan terimplemenrtasi. Dengan mengoptimalkan peran Satgas Siap Gerak Atasi Kekerasan (Sigrak), PKK Mitra Keluarga dan para kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Kelompok-kelompok tersebut, lanjutnya, berperan secara aktif di masing-masing wilayah. Hal ini menjadikan pengawasan dan penjangkauan lebih optimal. Terutama penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak.

“Saat ini di Kota Jogja terdapat dua satgas Sigrak di masing-masing kalurahan. PATBM juga sudah tersebar di 45 kalurahan. Ini membuat sosialisasi kami ke masyarakat bisa lebih intens, sehingga nantinya kalau ditemukan ada kasus sudah tahu lapornya ke mana,” kata Edy.

Pemkot Jogja terus memberikan fasilitas kepada masyarakat yang mengalami kekerasan. Terkini adalah lapor melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Selain itu juga melaporkan secara langsung ke kantor UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Jogja.

Dia memastikan tim akan bergerak cepat pasca adanya laporan. Sehingga kekerasan terhadap perempuan dan anak tak berlanjut. Pihaknya juga akan mencari sumber permasalahan dan mengedukasi tentang dampak kekerasan pada perempuan dan anak.

“Akan kami arahkan ke pusat pembelajaran keluarga. Kami mendampingi bagi orang tua dan anak misal ada permasalahan tentang psikisnya dan itu dilayani secara gratis. Tapi bila permasalahannya kekerasan ya ke UPT PPA,” ujar Edy. (co1/dwi) Editor : Editor News
#kekerasan perempuan dan anak meningkat 2021 #data kekerasan perempuan dan anak Kota Jogja 2021 #Kekerasan perempuan dan anak pandemi