Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menuturkan swab acak masih terus berlangsung. Sehingga ada kemungkinan jumlah kasus Covid-19 di lingkungan sekolah masih bisa bertambah. Kebijakan ini merupakan komitmen pasca penerapan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).
“Data terakhir Sleman 24 (siswa terpapar Covid-19), Bantul ada 36 lalu Kulonprogo 79 kasus. Kebanyakan itu siswa, ya ada yang klaster di sekolah,” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Jumat (26/11).
Pasca temuan ini, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIJ. Kaitannya adalah opsi menghentikan kegiatan PTMT sementara waktu. Khususnya di wilayah yang sekolah-sekolahnya muncul kasus dan klaster Covid-19.
Aji tak menampik skema pembelajaran bisa kembali ke pembelajaran jarak jauh (PJJ). Terlebih jika angka kasus Covid-19 di lingkungan sekolah terus bertambah. Baik untuk siswa maupun guru yang terpapar virus.
“Ya nanti evaluasi dulu pelaksanaan PTMT. Munculnya kasus-kasus ini apakah karena penerapan protokol kesehatannya tidak jalan karena kesalahan prosedur atau lengah. Sangat mungkin nanti kita (PTMT) akan off lagi," katanya.
Sebelum menentukan kebijakan, akan ada tes kesehatan bebas Covid-19 yang lebih masif. Guna mendeteksi tingkat paparan di lingkungan sekolah. Jika telah melebihi ambang batas keamanan bagi siswa dan guru, maka tak menutup kemungkinan kembali ke PJJ.
Langkah ini juga untuk melacak sumber penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Apakah para siswa tertular dari lingkungan sekolah atau dari luar sekolah. Terlebih tidak sedikit siswa yang mampir ke beberapa tempat sebelum pulang ke rumah.
"Pertanyaanya setelah dari sekolah ini anak-anak ke mana. Kalau sampai rumah tapi jauh dari jam pulang sekolah, berarti dia main dulu. Sangat mungkin dia tertular dari lingkungan main,” ujarnya.
Dari tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) secara acak, Dinkes Pemkab Kulonprogo berhasil melacak 94 siswa terpapar Covid-19. Merupakan sampling dari 10 hingga 17 November 2021. Imbasnya PTMT di 15 SD, 1 SMP dan 3 SMA dihentikan selama dua pekan.
Dinkes Pemkab Sleman melakukan tes swab PCR secara acak di SMA dan SMK pada 24 November 2021. Hasil awal terdeteksi 20 kasus Covid-19. Kasus awal ini terdiri dari 19 siswa dan seorang guru. Sebaran 20 kasus ini di SMKN 1 Tempel, SMAN 1 Cangkringan, SMAN 1 Seyegan dan SMAN 1 Pakem.
"SMKN Tempel itu ada 13 siswa dan satu guru. Untuk sekolah lainnya masing-masing dua kasus dan siswa semua," kata Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Sleman Priyo Santoso.
Pasca temuan kasus dan klaster, Balai Dikmen Sleman menghentikan PTMT diempat sekolah tersebut. Seluruh siswa menjalani PJJ selama 14 hari kedepan. Selain itu upaya tracing dan tes swab sampling masih terjadwal hingga beberapa hari ke depan.
"Nantinya akan ada 43 sekolah SMA atau SMK sederajat yang akan kami sampel. Saat ini sudah dites baru 6 sekolah dengan hasil temuan kasus di 4 sekolah," ujarnya. (dwi) Editor : Editor News