Mantan Kapolri ini meminta masyarakat berkaca pada kasus tahun baru 2020/2021. Kala itu terjadi lonjakan kasus Covid-19. Tepatnya beberapa bulan dari hari berlibur bersama tersebut. Kejadian ini terjadi hampir merata di sejumah provinsi.
“Libur Nataru belajar dari tahun lalu, Januari 2021 meningkat. Permasalahnnya karena ada perayaan festive session. Orang berlibur natal dan tahun baru dan buat acara ini bisa menimbuilkan kerumunan,” jelasnya ditemui di Gedhong Pracimosono Kompleks Pemprov DIJ, Senin (1/11).
Tito menuturkan Indonesia saat ini masuk dalam kategori sebaran rendah.Kondisi ini tidak semua negara mengalami. Berdasarkan data, sebaran Covid-19 di Indonesia tergolong terendah se-Asia.
Kondisi ini bisa terjadi karena adanya kebijakan PPKM. Pengetatan mobilitas membuat sebaran Covid-19 bisa ditekan. Alhasil penularan virus bisa dikendalikan. Terbukti dari melandainya kasus pasca serbuan Covid-19 varian delta.
“Munculnya kerumunan di 2020 lalu, Presiden tidak ingin mengulangi dan terjadi ledakan. Indonesia saat ini low level, urutannya very high, high, moderate dan low. Negara Asia hanya Indonesia,” katanya.
Tito juga berpesan agar masyarakat tak terhanyut dalam eforia. Merayakan penurunan status PPKM dengan bersosialisasi tanpa protokol kesehatan. Menurutnya penerapan protokol kesehatan adalah syarat mutlak selama pandemi Covid-19.
“Sekelas Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 270 juta masuk kategori low itu luar biasa. Amerika Seritkat masih high, Inggris high. Ada banyak faktor, jangan sampai menjadi eforia, kelonggaran dilakukan bertahap jangan langsung kembali seperti tidak ada pandemi,” ujarnya. (dwi) Editor : Editor News