Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Adopsi Konsep Kepariwisataan di Bali, Siapkan Candi Borobudur Jadi Destinasi

Editor News • Rabu, 22 September 2021 | 21:21 WIB
SIAPKAN: Direktur Utama Badan Orotitas Borobudur (BOB), Indah Juanita mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyusunan Integrated Tourism Masterplan (ITMP) untuk menghidupkan dan mensikronisasikan kepariwisataan di wilayah koordinasinya. ( WINDA A
SIAPKAN: Direktur Utama Badan Orotitas Borobudur (BOB), Indah Juanita mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyusunan Integrated Tourism Masterplan (ITMP) untuk menghidupkan dan mensikronisasikan kepariwisataan di wilayah koordinasinya. ( WINDA A
RADAR JOGJA-  Candi Borobudur merupakan candi Budha terbesar didunia, tak heran jika selalu menjadi magnet penarik jutaan wisatawan yang datang tiap tahun. Praktis, ini bakal dijadikan kawasan destinasi super prioritas, untuk mendatangkan manfaat pada wilayah sekitarnya.

Direktur Utama Badan Orotitas Borobudur (BOB), Indah Juanita mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyusunan Integrated Tourism Masterplan (ITMP) untuk menghidupkan dan mensikronisasikan kepariwisataan di wilayah koordinasinya.

Ini bertujuan agar semua destinasi di 35 kabupaten/kota se DIJ-Jateng khususnya bisa dijangkau wisatawan. "Dengan jutaan pengunjung nggak mungkin tumplek blek di Borobudur. Borobudurnya sendiri nanti akan dikurangi, pengunjung yang ke Borobudur itu nggak boleh semua bisa naik ke atas," kata Indah Juanita saat Audiensi dengan jajaran Media Radar Jogja di Kantor BOB Kotabaru Selasa (21/9).

Kenapa pengunjung Borobudur bakal dikurangi? Selain karena untuk menjaga daripada Candi tersebut dari orang-orang yang belum teredukasi akan larangan tertentu saat di dalam kawasan candi. Juga tujuannya agar wisatawan tidak terfokus pada satu destinasi prioritas saja. Melainkan mereka bisa langsung tersebar ke destinasi wisata lain se DIJ dan Jateng.

Sebagai contoh, Karimunjawa, Gunung Sewu, Purworejo, Kulonprogo, Temanggung, Sangiran, dan lain-lain. Disamping, memang kualitas daripada kunjungan tersebut yang perlu dijaga. "Yang bisa naik ke atas hanya orang-orang yang berkepentingan dengan Borobudur.

Bukan hanya anak-anak yang nggak ngerti apa-apa, cuman mau ngutik-ngutik (bagian candi) padahal dilarang, atau ngambil (bagiannya) kalau ada yang putus. Nggak boleh diinjek malah selfie di atasnya, nah itu jadi perhatian juga," ujar Direktur Utama Badan Orotitas Borobudur (BOB), Indah Juanita.

Rencana pengembangan ini juga seiring dengan adanya penambahan infrastruktur yang lebih besar yakni tol baru yang berkapasitas 20 juta pengunjung per tahun yang diyakini bakal menjadi satu jalur atau konektifitas yang mudah bagi pengunjung menuju antar destinasi di daerah tersebut. Asumsi per bulan sekitar 4 juta kunjungan, dimasa pandemi turun 50 persen atau 2 juta kunjungan.

"Kebayang kan dua juta berkeliaran di Jateng dan DIJ setiap bulan. Nah, BOB punya tugas mensinkronisasikan (pariwisata), ini ada destinasi tidak terjamah oleh aksesbilitas. Maka kita laporkan ke PUPR perlu intervensi," jelas Indah Juanita.

Persiapan apa yang dilakukan baik BOB, lintas pemerintah kabupaten/kota maupun pengusaha? Mengakselerasi ITMP tersebut dalam upaya menyiapkan Candi Borobudur sebagai destinasi prioritas yang tidak hanya memiliki infrastruktur kelas dunia. Tetapi juga mendatangkan manfaat bagi wilayah sekitar. Salah satu konsep pengembangannya akan mengadopsi sistem kepariwisataan di Bali.

"Candi Borobudur sebagai magnet apakah sudah mendatangkan manfaat kepada lingkungannya? Maka ada 10 bali baru, artinya Bali mau dicontoh. Kita mau ambil segmen mana (yang mau ditiru) dari tahun 60an sampai sekarang. Itu yang bisa diadopsi di wilayah Borobudur," terangnya.

Indah menambahkan Bali dengan Ubud-nya atau Nusa Dua Bali bisa memberikan daya tarik luar biasa bagi wisatawan mancanegara selama 40 tahun lebih. Kemudian dilengkapi dengan infratsruktur apa saja disana sehingga Bali menjadi seperti sekarang. Hal itu yang akan diadopsi di Borobudur.

"Jadi nanti sistemnya yang sama, bentuk dan isinya beda. Bahwa dia (Ubud dan Nusa Dua) menjadi satu tempat dan triger untuk pembangunan di sekitarnya. Di sana ada Ubud, di sini ada Candi Borobudur. Ada Nusa Dua Bali, di sini ada Borobudur Highland," ucap Direktur Utama Badan Orotitas Borobudur (BOB), Indah Juanita.

Ini dipersiapkan juga dalam rangka menyiapkan quality tourism. Sehingga bisa menambah lama orang yang datang menginap, pun membelanjakan sesuatu juga bisa lebih banyak pula. Dengan begitu, mereka akan berkunjung ke destinasi lain untuk menjajalnya.

"Ada banyak sebetulnya di daerah ini destinasi yang bisa dikunjungi dan menyenangkan. Jangan datang cuma ke satu titik saja tapi ke banyak titik. Semua ini kita sinkronisasikan insyaallah akhir tahun untuk yang materi ini (penggabungan) bisa selesai," kata Indah Juanita.

Dalam waktu dekat, untuk tahap pertama BOB akan membangun kawasan Borobudur Highland agar perkiraan sekitar 2 juta orang yang datang tadi bisa terserap ke sana. Beberapa yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR seperti infrastruktur dasar, jalan-jalan kecil, penyediaan air dan telekomunikasi. Tahap pertama ini akan dibangun tahun 2022. "Semoga berhasil semua sesuai dengan target. Sekarang lagi persiapan desain-desain kita lagi bikin semuanya untuk bisa dibangun 2022," jelasnya. (sce/wia/sky) Editor : Editor News
#Borobudur #BOB #Badan Otorita Borobudur