Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, akan melakukan kajian untuk bisa mengaplikasikan mobil skrining serupa diseluruh tanah air. Terlebih, sudah terbit regulasi Perpres No 67 untuk mempercepat penanggulangan TB.
Ditegaskan, inovasi tersebut menjadi salah satu model percepatan pengendalian TB. "Saya datang kesini untuk melihat inovasi (mobil skrining TB) yang dilakukan oleh Pemkot Jogja, saya kira nanti bisa dijadikan bahan untuk model dan strategi penanganan percepatan penanggulangan TB di Indonesia," katanya disela meninjau skrining mobil di RTHP RW 17 Kampung Karanganyar, Brontokusuman, Mergangsan kemarin (3/9).
Terobosan pemkot itu diapresiasi Menko PMK berupa kendaraan yang komplet dengan alat pemeriksaan kondisi paru-paru untuk melacak TB di masyarakat. Sekaligus juga bisa untuk melacak Covid-19. Sebab yang dijadikan sasaran sama yaitu kondisi paru-paru seseorang. "Akan saya kaji kalau memang sangat visibel, tentu bisa didesiminasi untuk wilayah-wilayah," ujarnya.
Pelacakan TB di dalam mobil skrining itu diklaim tidak butuh waktu lama dan lebih praktis. Cara kerjanya pun sudah terhubung langsung dengan monitor yang ada di meja para tenaga medis, dan menggunakan virtual reality AI yakni program khusus untuk membaca rontgen ke arah penyakit TBC. Sehingga ketika selesai skrining bisa langsung dijelaskan kondisi paru-paru dari pasien oleh para tenaga kesehatan tersebut.
"Tadi juga saya mencoba sendiri rontgen paru-paru, ya hanya 10 detik saja, ini cukup praktis dan langsung bisa dicek,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan selama tiga bulan terakhir ada sekitar 66 kasus TB di Kota Jogja melalui beberapa kali tracing skrining. Jumlah itu belum bisa dipastikan apakah kasus TB di Jogja ini termasuk cukup tinggi atau landai.
"Kalau kasus tinggi kami belum bisa bicara, karena baru kita lakukan pemetaan. Wilayah-wilayah yang padat dan kita temukan kasus TB kita data lagi, seberapa banyak orang yang sudah menderita TB, mana yang sudah terpapar, kontak eratnya, jadi ini pola kerja kami sama dengan pola kerja Covid-19," katanya.
Hingga kini ada tiga kemantren yang sedang dilakukan skrining oleh petugas antara lain Gondomanan, Kraton, dan Mergangsan.
Director Zero TB Jogja, Rina Triasih mengatakan mobil skrining TB ini sudah dijalankan. Awalnya baru menyasar satu kemantren di kota dan Kulonprogo sebagai pilot project 2020 lalu. Mulai April 2020 baru bisa mengunjungi semua kemantren dan puskesmas di wilayah kota dan Kulonprogo. "Ini sebenarnya rontgen biasa seperti di rumah sakit, hanya ini dilakukan di dalam mobil jadi bisa dibawa kemana-mana. Kegiatan kami inovasi barunya karena menggunakan AI," katanya. (wia/pra) Editor : Editor Content