GBPH Prabukusumo menuturkan ,kinerja Gusti Hadi sangatlah baik. Mendata seluruh tanah sultan ground milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Tak hanya di wilayah Jogjakarta tapi juga di wilayah lainnya. Pendataan ini sangatlah penting sebagai aset milik Keraton.
"Kalau di Panitikismo itu dari waduh tidak hapal tapi pokoknya sejak bapak (HB IX) menjabat. Sudah lama sekali," jelasnya ditemui di rumah duka, Rabu (31/3).
Tak hanya di Panitikismo, Gusti Hadi juga menjabat sebagai Penghageng Tepas Wahono Sarto Kriyo. Kedua lembaga Keraton Ngayogyakarta ini saling terkait. Fokus utamanya adalah terkait bangunan dan tanah milik keraton.
Tak hanya ke internal keraton, jabatan ini juga menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah. Terlebih sejumlah aset tanah dan bangunan milik keraton memang tersebar di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan agar aset keraton tetap terjaga.
"Kemarin Senin itu koordinasi dengan DPRD Gunungkidul kalau tidak salah, sudah atau belum saya tidak tahu tapi pamitnya ke istrinya mau rapat koordinasi dengan DPRD Gunungkidul," katanya.
Terkait jabatan kosong, Gusti Prabu enggan berkomentar. Menurutnya wewenang tersebut ada di Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pastinya pengisi jabatan tetap dari kalangan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
"Panitikismo setelah ditinggal Mas Hadi saya tidak tahu. Itukan kebijakan Ngarso Dalem (Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat) yang sekarang," ujarnya.
Kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Jatiningrat juga enggan berkomentar tentang jabatan yang ditinggal Gusti Hadi. Selain Penghageng Tepas Panitikismo, sosok tersebut juga berstatus Lurah Pangeran.
Sosok Lurah Pangeran sendiri adalah yang dituakan diantara pangeran-pangeran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat lainnya. Menurutnya pengisian jabatan tersebut adalah wewenang Raja Keraton Ngayogyakarta yang bertahta. Dalam hal ini adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Wah itu tidak tahu. Itu semua ada di tangan Ngarso Dalem (HB X) nanti bagaimana. Ya mungkin kelompok orang pasti ada yang disepuhkan. Jadi ya pasti ada itu. Kalau sekarang kan putranya putri-putri semua, jadi engga ada lurah pangeran," katanya.(dwi/sky) Editor : Editor News