Ketua Takmir Masjid Pathok Negoro Kamaludin Purnomo menyebutkan, kegiatan maulid di masjid ini tetap berjalan dengan tetap menerapkan prokes. “Kami tetap menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker dan sebagainya,” katanya Rabu (28/10).
Setiap tahunnya, para jamaah selalu merayakan Maulid Nabi dengan bersalawatan. Penuh kegembiraan dan suka cita. Menjadi tradisi yang tak pernah ditinggalkan, yakni kegiatan membaca kitab Al Berjanji (Barzanji) atau membaca kitab Simtudduror disertai dengan hadroh, lengkap dengan iringan tabuhan rebana.
“Nanti malam ada Al Berjanji ibu-ibu. Besoknya ada nada dan dakwah, salawat, dari Gus Fuad dari Wonokromo. Malam Minggu (24/10) ada KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Ulama) UNY. Besok malam Minggu (31/10) ada salawatan Jawa, dan seterusnya,” papar Kamaludin.
Kegiatan itu akan terus dilakukan selama satu bulan. “Akhir maulid nanti, akan ada dari UIN Sunan Kalijaga. Dari mana-mana kita bersalawat full,” lanjutnya.
Dia khawatir jika tradisi itu tidak dilakukan, masyarakat sekitar menjadi kecewa. “Sehab sudah menjadi kebiasaan dan menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Seperti harus dilakukan atau keharusan,” tandas Kamaludin. (cr1/laz) Editor : Editor Content