Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bedhiding, Ini Penyebab Suhu Jogjakarta Kini Lebih Dingin

Editor News • Senin, 27 Juli 2020 | 21:22 WIB
Ilustrasi menghangatkan tubuh dengan minuman panas (FREEPIK.COM)
Ilustrasi menghangatkan tubuh dengan minuman panas (FREEPIK.COM)
RADAR JOGJA -  Memasuki musim kemarau, belakangan ini udara di DIJ terasa lebih dingin, terutama pada pagi dan malam hari. Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIJ Reni Kraningtyas menuturkan, kondisi yang kerap disebut bedhidhing ini wajar. Penyebabnya adalah angin timur atau Monsul Australia yang sedang bertiup menuju wilayah DIJ.

“Karena pada saat musim kemarau, angin timuran (Monsun Australia) sedang bertiup menuju wilayah Indonesia, tak terkecuali di wilayah DIJ, angin timuran ini sifatnya kering dan tidak banyak membawa massa uap air,” ujarnya, Senin (27/7).

Karena sifat kering tersebut, lanjut Reni, maka tidak terbentuk awan-awan hujan di atmosfer wilayah DIJ, sehingga berpengaruh terhadap suhu udara di bumi.

"Keberadaan awan-awan di atmosfer tersebut berfungsi menjaga kelembaban bumi dengan menghambat pelepasan panas ke atmosfer,” terang Reni.

Selain itu, terhambatnya pelepasan panas ke atmosfer bumi membuat suhu permukaan bumi di musim kemarau menjadi lebih dingin daripada musim penghujan. (sky/tif) Editor : Editor News
#kemarau #dingin #bedhidhing #BMKG