Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager YIA Agus Pandu Purnama membenarkan adanya antrean tersebut. Penyebabnya adalah penumpang datang secara bersamaan. Baik yang berdekatan dengan waktu keberangkatan atau yang berangkat lebih awal.
"Jadi ada yang datangnya mepet dengan waktu keberangkatan sehingga menimbulkan lonjakan antrian. Padahal sudah kami ingatkan agar check in dekat dengan waktu keberangkatan," jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (1/6).
Tak hanya di ruang pemeriksaan dokumen, kerumunan juga terjadi di lobi bandara. Tidak semua orang di sana adalah penumpang maskapai. Beberapa hanya pengantar atau sekadar pengunjung bandara.
Atas lonjakan pengunjung ini Pandu meminta penumpang, pengantar maupun warga mematuhi protokol Covid-19. Untuk tidak mendatangi bandara apabila tidak ada keperluan. Termasuk bagi pengantar, agar tidak berbondong-bondong datang ke YIA.
"Keluarga tidak perlu antar dan mampir lalu berkunjung kalau memang tidak ada kepentingan perjalanan. Jujur kami kewalahan selain mengatur penumpang juga pengunjung dan pengantar. Kesadaran memang masih kurang," katanya.
Di satu sisi dia mengakui terjadi peningkatan penumpang. Terbukti kini YIA melayani 17 jadwal penerbangan dari awalnya 4 penerbangan. Melayani rute Jakarta, Pekanbaru, Ujung Pandang dan Balikpapan. Walau begitu tetap berlaku ketat protokol perjalanan. Kendati demikian okupansi penumpang masih dibawah 50 persen.
Antisipasi antrean diberlakukan dengan membagi jam check in penumpang. Tersedia slot dari penerbangan pagi hingga sore hari. Zona pemeriksaan dokumen juga terbagi dalam tiga zona. Sayangnya kebijakan ini belum berjalan efektif.
Pihak YIA sendiri telah menyiapkan empat jalur pemeriksaan. Di antaranya untuk maskapai Garuda, CitiLink, Batik Air dan Sriwijaya Air. Setiap petugas jaga terlah bersiaga setidaknya dua jam sebelum jadwal penerbangan.
"Walapun kewajiban dua jam sebelumnya, tapi bisa kami tambah tiga jam sebelumnya harus standby. Kami juga akan memperpanjang garis antrian. Sekarang kapasitas 200, akan jadi 400. Kami juga minta penumpang manfaatkan check ini digital lewat aplikasi E-HAC," ujarnya. (dwi/tif) Editor : Editor News