Acara ini dihadiri Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kementrian Agama RI Dr Suwendi MAg para dosen dan penulis dari berbagai daerah. Suwendi berharap buku-buku tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk problem-problem yang ada di masyarakat.
Menurut Ketua AIAT Dr Phil Sahiron Syamsuddin MA, buku-buku ini merupakan projek AIAT 2019-2020, sebagai salah satu bentuk kerja sama AIAT dengan Kementrian Agama (Kemenag) RI. “Khususnya Subdit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat,’’ jelas Sahiron.
Menurutnya, buku-buku tersebut akan menjawab problematika dan dinamika masyarakat. Baik bidang sosial, ekonomi dan sebagainya dengan melihat penafsiran Alquran dan Hadist. Kemudian juga memberikan pengetahuan tentang cara bersikap di era modern dengan mengamalkan ajaran agama secara moderatif.
AIAT didirikan 2015 di Jogjakarta oleh dosen-dosen Program Studi Ilmu Al Quran dari beberapa kota. Pada 2015 dilegalkan dengan akta notaris dan 2018 mendapatkan sertifikat dari Kemenhumham. “Sekarag sudah 50 lebih prodi yang tergabung dengan kami,” ujar Plt Rektor UIN Sunan Kalijaga itu.
AIAT memiliki beberapa tujuan yakni mengembangkan ilmu terkait dengan tafsir Alquran, yakni dengan melakukan beberapa kajian yang terdapat dalam ulumul Quran klasik, tradisi Islam klasik, dan dalam waktu bersamaan juga mengembangkan penafsiran untuk konteks kekinian. “Sehingga kami memperhatikan ilmu-ilmu baru, seperti ilmu semiotika, semantik, linguistik modern, dan sebagainya” ujarnya.
AIAT juga mengembangkan SDM dari prodi-prodi ilmu Alquran dan tafsir se-Indonesia. Yakni mengembangkan kualitas dalam bidang penelitian dan penafsiran. Mereka juga meningkatkan kualitas dari segi kurikulum dan sebagainya. Terakhir adalah pengabdian kepada masyarakat.”Diharapkan dosen-dosen anggota AIAT d lebih aktif di masyarakat terkait dengan Quran,” harapnya. (cr1/din) Editor : Editor Content