Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2012 dan 2018, DIJ berada pada peringkat ke-7 dari 34 provinsi dalam hal penurunan kemiskinan perkotaan tercepat. “Sedangkan untuk penurunan kemiskinan desa tercepat, DIJ peringkat pertama,” jelas Aji baru-baru ini.
Sementara pertumbuhan ekonomi DIJ, secara akselerasi mencapai 6,2 persen. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya 5,26 persen. Aji memaparkan, usaha penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan beberapa hal, di antaranya, pengembangan daya saing wilayah melalui pengembangan produk atau komunitas lokal wilayah.
“Kami juga akan melakukan peningkatan akses bagi sumber daya produktif, bantuan rumah layak huni,” jelas Aji.
Selain itu dapat dilakukan pula pembebasan biaya pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan dan pelatihan keterampilan. “Namun usaha penanggulangan kemiskinan akan lebih efektif jika dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat,” kata Aji.
Menurut Aji, pemberdayaan masyarakat merupakan paradigma yang mengedepankan people center dan partisipasi masyarakat. Perspektif pemberdayaan masyarakat ini lebih luas dari sekadar upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat dan pencegahan kemiskinan. (bhn/laz) Editor : Editor Content