Mengutip data Unesco, Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) merasa prihatin karena hanya ada satu orang kebiasaan membaca dari 1.000 orang penduduk di Indonesia. “Hanya sekitar 0.01 persen menurut data delapan tahun lalu dari UNESCO yang memiliki kebiasaan untuk membaca," kata HS kegiatan Pameran Literasi di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Jogja, Senin (16/12).
HS membandingkan di beberapa negara maju bahwa angka literasi berada pada angka sekitar 0,42-0,65 persen artinya antara 45-65 dari 1.000 orang itu mempunyai kebiasaan membaca. Namun, di Indonesia rata-rata orang yang membaca dalam seminggu terdapat 870.000 kata. "Karena kebiasaan kita adalah mencari referensi dari menonton dan memegang gadget," ujarnya.
HS pun mengajak agar budaya literasi menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Dia mengusulkan bahwa program pemberdayaan masyarakat berbasis literasi ini bertema Boso Jowo Mendulang Aksara Meraih Makna. Berdasarkan dari tiga bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan. "Jadi program 2020 harus bisa mengawinkan antara program pemberdayaan masyarakat dengan program literasi masyarakat," imbuhnya.
Itu pula yang mendasari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja menggelar Pameran Literasi yang diikuti oleh 20 peserta terdiri dari penerbit buku, toko buku, sekolah, lembaga literasi keuangan, forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan lain-lain. "Kegiatan ini mudah-mudahan sesuai tujuan kami bersama membangkitkan semangat anak-anak untuk literasi, tulis dan membaca," kata Kepala Disdik Kota Jogja, Budi Santoso Asrori,
Dalam kesempatan tersebut, juga di-launching tiga armada motor keliling Puspita yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja. Armada ini nantinya akan dapat menjangkau 60 titik layanan di tengah masyarakat kota Jogja. Seperti kampung-kampung, taman bermain, sekolah, fasilitas umum di wilayah, beberapa instansi pemerintah seperti puskesmas, kantor kelurahan dan kecamatan di kota Jogja.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko mengatakan saat ini armada Puspita yang dimilikinya berjumlah 12 buah yang terdiri dari roda 3 dan roda 4. "Tahun ini ada penambahan lagi," kata Wahyu.
Adapun untuk operasional kegiatannya armada beroperasi dari pagi pukul 08.00-20.00. Sampai dengan akhir Desember terdapat 285 lokasi yang sudah disasar. Dengan rata-rata total kunjungan 560 kali setiap bulannya. Pada tahun 2020 mentargetkan kunjungan sebanyak 334 lokasi. "Hampir separuhnya adalah pemustaka yang mengunjungi armada keliling kami," tambahnya. (cr15/pra) Editor : Editor Content