Gaya Grace yang friendly membuatnya mudah menciptakan relasi. Sambil kuliah, dia tetap meneruskan kegemarannya menggelar berbagai event. “Awalnya benar-benar dari nol. Aku nggak punya channel sama sekali,” lanjut Grace.
Untuk membangun jaringan, Grace aktif menjadi volunteer dalam berbagai event seni, baik di wilayah Jogjakarta maupun luar daerah. Dari setiap event yang dia ikuti, Grace menargetkan minimal punya kenalan baru sebanyak 10 orang. Pelan tapi pasti, Grace semakin dikenal banyak orang. Terutama mereka yang aktif di dunia EO. Berbagai tawaran menggarap event pun mengalir. Bukan sekadar jadi volunteer, beberapa kali Grace dilibatkan sebagai panitia atau master of ceremony (MC). Tak sedikit event berskala nasional pernah dia ikuti. Festival Kesenian Yogyakarta dan ArtJog, di antaranya. Bahkan, dia pernah terlibat dalam ajang internasional, seperti di Jogja Asian Film Festival (JAFF) atau Jogja International Furniture and Craft Fair (Jiffina). Sejauh ini Grace sudah empat kali terlibat sebagai art manajemen event seni dari semua ajang yang pernah dia ikuti. “Di EO memang harus ada progres. Bukan hanya jadi volunteer. Itu makanya aku sekarang aktif di art managerial,” akunya.
Lewat akun Instrgram-nya Grace Art Event, relasi Grace kian menggurita. Dia makin sibuk dalam aneka kegiatan EO. Grace berangan-angan bisa memberi atmosfer kesenian lewat setiap event yang digelarnya. (yog/mg1) Editor : Editor News