Menurut Harsya, seorang siswa SMP 15, kesurupan bermula sekitar pukul 09.30 seusai dilakukan pengajian di sekolah. Beberapa siswa langsung berteriak histeris. Kejadian kembali berulang sebelum dan setelah salat Jumat. "Teriak-teriak tidak jelas, langsung ditenangkan para guru," ujarnya.
Bukan kemarin saja kesurupan terjadi di sekolah yang berlokasi di barat Jembatan Layang Lempuyangan. Sehari sebelumnya Harsya mengungkapkan enam teman perempuannya juga kesurupan. "Yang kemarin semua perempuan, baru hari ini (kemarin, Red) ada yang cowok," tuturnya.
Kepala SMP 15 Jogja Siti Arina mengakui di sekolahnya terjadi kesurupan. Menurutnya, tempat terjadinya kesurupan menyebar di beberapa titik. Salah satunya yang berada di lantai dua, yang biasa digunakan untuk ujian kejar paket.
"Kebanyakan mereka tadi teriak minta dipulangkan," ujarnya.
Siti mengaku tidak tahu penyebab kesurupan yang terjadi di SMP yang baru dipimpinnya 19 bulan itu. Hanya dia mengatakan saat ini sekolah sedang melakukan renovasi gedung Tata Usaha.
Terkait peristiwa ini, Siti mengaku hari ini (4/11) sekolah akan kembali mengadakan doa bersama supaya peristiwa serupa tidak kembali berulang. Terlebih kebetulan hari ini sekolah libur. "Rencananya kami akan adakan ruqyah atau semacamnya. Minta doanya saja," ujarnya. (pra/laz/ong) Editor : Administrator