Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baliho Calon Pilwali Roboh, Pemasangan Dianggap Sembarangan

Administrator • Kamis, 22 Desember 2016 | 19:11 WIB
Baliho Pilwali Jogja yang ambruk dan menimpa masyarakat
Baliho Pilwali Jogja yang ambruk dan menimpa masyarakat
 

RADARJOGJA.CO.ID - JOGJA - Meski tim kampanye pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja sudah mengetahui kewajiban merawat dan memelihara alat peraga kampanye (APK), mereka tetap menyayangkan pemasangan yang asal-asalan. Termasuk APK berbentuk baliho di Terban yang jatuh Senin lalu (19/12).


Ketua Tim Pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut satu Imam Priyono dan Achmad Fadli, Danang Rudiyatmoko mengatakan, sebelum jatuhnya baliho di Terban belum pernah ada peringatan dari KPU Kota Jogja. Baik berupa surat, SMS, WhatsApp maupun media lainnya mengenai kondisi baliho.


"Kami tidak pernah diberitahu kondisinya di sana, kami bisa buktikan itu," ujarnya ketika dihubungi, kemarin (21/12).


Terkait hal itu, hari ini (22/12) pihaknya akan mengklarifikasi langsung ke KPU Kota Jogja. Menurut Danang, untuk baliho di Terban sebenarnya pihaknya sudah mengajukan keberatan ke KPU terkait lokasi pemasangan. Danang menyebut pihaknya meminta dipasang lebih ke timur. "Saat itu memang keberatan hanya secara lisan," ujarnya.


Danang mengatakan, pada prinsipnya pihaknya tidak ingin saling menyalahkan terkait hal itu. Paslon IP-Fadli dan tim kampanye sudah bertemu keluarga korban. "Kalau kami harapannya tentu ada evaluasi bersama supaya kejadian serupa tidak terulang," tuturnya.


Terpisah, Ketua Divisi Advokasi dan Logistik Tim Pemenangan Paslon Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi, M. Ali Fahmi mengatakan, untuk baliho di Terban, pihaknya mengaku pernah menerima surat dari KPU Kota Jogja yang mengabarkan kondisi baliho sudah miring.


"Waktu itu memang ada surat dari KPU Kota Jogja, yang mengabarkan baliho doyong, segera kami perkuat," ujarnya.


Meski begitu, Fahmi menyayangkan pemasangan baliho di Terban yang tidak standar. Selain lokasi yang terbuka sehingga mudah terkena angin, juga dekat jembatan. Fondasinya juga dinilai tidak cukup kuat untuk menopang baliho ukuran 4x7 meter.


"Saya lihat fondasinya juga tidak cukup kuat, terlebih di tempat yang mudah diterpa angin," ujarnya.


Wakil Ketua DPRD Kota Jogja itu juga menyoroti pemasangan APK lain yang dinilai sembarangan. Di antaranya, Fahmi menyebut, pemasangan yang berada di taman, pergola atau tiang listrik. Meski sudah diserahkan ke tim paslon, karena merupakan APK KPU, pihaknya tidak bisa memindah. "APK KPU kan pemasangan selalu sepasang, kalau dipindah ya harus dipindah semua," ujarnya.


Sementara itu, Penjabat Wali Kota Jogja Sulistiyo mengharapkan peristiwa jatuhnya baliho yang memakan korban jiwa itu menjadi introspeksi bersama. Sulistiyo berharap pada KPU Kota Jogja supaya dalam pemasangan APK lebih aman dan tidak sampai mencelakakan orang.


"Ya tentu di internal KPU akan ada evaluasi, apa yang sedang dan sudah dilakukan," ujarnya. (pra/ila/ong)

Editor : Administrator

#KPU #baliho calon pilwali roboh #Pilwali