Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

12 Warga Komunitas Malioboro Jogjakarta Khatam Alquran

Administrator • Jumat, 8 April 2016 | 02:20 WIB
Photo
Photo
DWI AGUS/RadarJogja
MENGAJI: 12 orang berbagai profesi dari mulai tukang becak, pengasong hingga pemandu wisata selama lima bulan telah belajar membaca Alquran di Masjid DPRD DIJ. Kemarin, mereka dianggap telah Khatam Alquran dan berhak mendapat sertifikat.
JOGJA – Duabelas orang dari Komunitas Malioboro Jogjakarta (KMJ) melaksanakan wisuda atau khataman baca Alquran di masjid DPRD DIJ, Rabu siang (6/4). Mereka telah mengikuti proses belajar mengaji sejak lima bulan lalu. Keduabelas orang ini ada yang berprofesi sebagai tukang becak, pedagang asongan hingga guide wisata di Malioboro.


Purnomo, 57, pedagang asongan di Pasar Sore Malioboro mengaku baru pertama kali belajar membaca Alquran. Meski usianya tak lagi muda, namun dirinya mengaku tak malu untuk belajar mengaji. Justru dia akan merasa malu karena tidak bisa membaca Alquran pada saat usia sudah memasuki lebih separuh abad.


"Saya belajar dari awal. Dari alif ba ta sampai sekarang bisa baca surat-surat pendek. Untung, akhirnya ada yang mau mengajari saya," ungkapnya.


Untuk belajar baca Alquran, Purnomo selalu menuju Masjid DPRD DIJ setiap hari selasa. Selain itu dirinya juga tetap belajar membaca di rumahnya.


Pengalaman yang sama juga diungkapkan oleh Saeran, seorang pengayuh becak. Diumurnya yang memasuki 78 tahun ini, dia tetap ingin belajar mengaji. Berawal dari ajakan temannya, pria asal Wonosari, Gunungkidul ini pun tertarik. Hingga akhirnya memutuskan untuk belajar secaras serius.


Setelah belajar baca Al Quran, Saeran mengaku lebih tenang. Dalam berbagai kesempatan dirinya menyempatkan mengaji sambil menunggu penumpang. Dirinya adalah siswa yang paling sepuh diantara 12 siswa lainnya.


"Awalnya memang susah untuk belajar baca. Apalagi untuk baca huruf latin saya juga tidak lancar. Tapi saya mantab untuk belajar baca Alquran," jelas kakek empat cucu ini.


Khataman Alquran ini mengundang perhatian Wakil Ketua DPRD DIJ Arif Noor Hartanto. Pria yang akrab disapa Inung berharap sertifikat yang diberikan dapat menyemangati mereka untuk tetap terus belajar mengaji hingga lancar.


Dalam kesempatan ini setiap siswa juga mendapatkan kenang-kenangan berupa peci. Inung berpesan agar peci yang didapatkan untuk segera kotor. Karena hal itu menunjukkan tutup kepala tersebut sering digunakan untuk beribadah.


"Kalau pecis kotor itu tandanya sering dipakai. Kalau masih bersih, jangan-jangan cuma disimpan. Tentunya ini bagus, karena sangat jarang ada yang mau belajar dan mengajari apalagi usianya tak muda lagi," tandasnya. (dwi/dem) Editor : Administrator
#katham al quran #Komunitas Malioboro Jogjakarta #mengaji #KMJ #Malioboro #Jogja