Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PAN Terbelah, Antara HP dan Inung

Administrator • Jumat, 4 Maret 2016 | 02:20 WIB
Photo
Photo

JOGJA - Setelah menjaring nama-nama yang akan maju dalam pemilihan wali kota (Pilwali) 2017, sosok dari Partai Amanat Nasional (PAN) mulai mengerucut. Dua nama kini menguat di internal partai berlambang matahari terbit itu. Pertama Wakil Ketua DPRD Kota Jogja Arif Noor Hartanto atau akrab disapa Inung. Kedua, adalah Ketua DPD PAN Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP).

Bahkan, saking kuatnya dukungan terhadap kedua sosok itu, dinamika di internal mulai terbelah. Struktural dan nonstruktural menghendaki tokohnya untuk maju. "Itu hanya dinamika saja. Tidak ada perpecahan karena memang secara resmi PAN belum mengusung," kilah Sekretaris DPD PAN Kota Jogja Rifki Listianto, kemarin (2/3).

Dia menuturkan, karena belum membuat keputusan resmi, partainya akan tetap menunggu. Mereka tak akan gegabah terjun ke masyarakat. "Keputusan nanti ada di rapat kerja daerah pada April mendatang," terangnya.

Sedangkan calon petahana berpeluang pecah kongsi. Ini setelah DPC PDIP hanya akan merekomendasikan satu calon untuk mendapatkan tiket dari DPP yaitu Imam Priyono (IP). Sementara itu, Haryadi Suyuti (HS) yang juga petahana sudah menyatakan kesiapannya jika dicalonkan kembali.

Mereka berdua, sesuai undang-undang, hanya melayangkan surat ke Mendagri melalui gubernur saat hendak mendaftar sebagai calon kepala daerah. Kemudian ketika masa kampanye, harus mengajukan cuti.

HS mengaku, akan menghormati tahapan sesuai mekanisme. Sehingga fokus dan ketugasannya sebagai wali kota tak terbebani. "Jika diajukan lagi, insyaallah siap. Tapi tahapannya kan masih jauh, biarkan berjalan dulu," ungkapnya.

Sedangkan Partai Gerindra Kota Jogja memunculkan menantu Hamengku Buwono X, KPH Wironegoro, sebagai calon. Ketua DPC Kota Jogja Anton Prabu Semendawai menjelaskan, tak hanya KPH Wironegoro saja yang muncul. Ada kader lain yang turut dijaring. Mereka adalah Sinarbiyat Nujanat, Andreas Budi Susetia, dan Anton Prabu Semendawai sendiri. Sampai sekarang, pihaknya juga belum mengunggulkan sosok tertentu.

"Semua nama itu akan kami kirim ke DPP. Termasuk, bakal calon dari luar partai yang akan kami buka pendaftarannya pada April mendatang. Semua kader potensial sengaja kami jaring, tapi keputusan akhir tetap dari DPP," tandas Anton.

Terpisah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja masih menanti keputusan resmi dari KPU RI terkait tahapan pilkada serentak 2017. Meski sejumlah partai sudah sibuk menggali sosok yang hendak diusung sebagai bakal calon, namun KPU tidak ingin buru-buru membahas proses tahapannya.

Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budianto menuturkan, jika nanti Peraturan KPU sudah terbit, tahapan pertama masih berupa pembentukan tim ad hoc. "Saat ini kami masih fokus untuk menyiapkan pembentukan tim tersebut. Apalagi kami juga belum tahu kepastian Peraturan KPU itu terbitnya kapan," tuturnya. (eri/ila/ong) Editor : Administrator
#piwalkot #walikota #cawalkot