Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Temukan Batu Ungu Bertekstur Kristal

Administrator • Kamis, 4 Juni 2015 | 20:56 WIB
Photo
Photo
SETIAKY/RADAR JOGJA
MASIH MISTERI: Batu berwarna ungu seberat 3,5 kuintal yang di dalamnya bertekstur kristal menarik perhatian warga Prambanan dan sekitarnya untuk melihat.
SLEMAN - Sebongkah batu warna ungu dengan berat 3,5 kuintal yang di dalamnya bertekstur krital ditemukan se-orang warga Prambanan di tengah hutan. Penemu batu yang kini sudah terbelah itu adalah Juwanto, 29, warga Dusun Nawung, Gayamharjo, Prambanan, Sleman.Juwanto mengungkapkan batu itu ditemukan Sabtu (30/6) di pinggir saluran air, saat ia sedang berada di tengah hutan untuk mencari rumput
Ia mengisahkan, awalnya me-nemukan batu tersebut dari sekumpulan burung yang terbang di atas batu itu."Saat saya mencari rumput siang-siang, saya sempat heran kok ada burung muter-muter terus di atas batu ini," ujar Juwanto kepada Radar Jogja, kemarin (3/6). Hutan itu berada di Dusun Lemah Abang, Gambir Sawit, Prambanan, Sleman atau sekitar 1,5 Km dari rumah Juwanto. Juwanto kemudian memanggil kakaknya, Sayono, 38, meminta bantuan untuk mengangkat batu tersebut. Namun, mereka baru kembali ke lokasi batu itu pada keesokan harinya, Minggu (31/5).Mereka kemudian mencongkel batu yang sebagian tampak di permukaan tanah menggunakan linggis. Namun, ternyata batu itu berukuran besar, yakni lebar 70 cm dan tinggi 80 cm. Permukaan luar batu itu berwarna coklat kekuningan. Menurut in-formasi, sudah ada beberapa warga yang berusaha memecah batu itu untuk akik, namun tidak ada yang berhasil mencongkelnya. Sayono menambahkan, butuh empat orang untuk mengangkat batu itu. "Tapi begitu dicongkel-congkel, batu itu terbelah. Ter-lihat dalamnya seperti kristal warnanya ungu. Saya sampai bengong," tutur Sayono. Belahan batu tersebut dipisa-hkan oleh untaian akar pohon Sono. Bagian dalam yang ber-tekstur kristal juga diendapi tanah. "Dari mulai pukul 06.30 WIB, baru sampai rumah jam 11.00 WIB," katanya.
Kedua pria yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh bangu-nan itu telah meminta izin ke-pada si pemilik tanah untuk memiliki batu tersebut. Juwan-to mengatakan si pemilik tanah, Minto, pun mengikhlaskannya."Kata Mbah Minto, itu sudah pulung (rezeki) yang menemu-kan," kata Sayono. Mereka juga telah melaporkan temuan ini kepada aparat desa. "Babinsa juga sudah ke sini. Tapi katanya tidak ada masalah," imbuhnya. Ditanya kemungkinan ada orang yang akan membeli batu itu, Juwanto maupun Sayono menga-ku belum berpikir untuk men-jualnya. "Pokoknya disimpan dulu. Belum berpikir untuk di-jual," ujar Sayono.Keduanya mengaku bukan orang yang punya hobi batu akik. Oleh karena itu, mereka juga tidak mengerti harga batu-batuan di pasaran. "Kalau orang bilang Rp 50 juta, Rp 10 juta, saya nggak ngerti," katanya. (sky/laz/ong) Editor : Administrator
#batu #akik